Mudik Lebaran kerap diwarnai kecelakaan, baik tunggal maupun tabrakan beruntun. Salah satu penyebab utamanya adalah pengemudi yang kelelahan atau mengantuk saat perjalanan jauh. Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, kunci utama mudik aman adalah menikmati perjalanan. Dengan kondisi pikiran yang rileks, pengemudi bisa lebih sigap menghadapi berbagai situasi di jalan. “Saya lihat musim mudik banyak kecelakaan rata-rata akibat mengantuk atau letih. Jadi paling penting dari mudik adalah menikmati perjalanan, dengan begitu maka pikiran biasanya sileks,” kata Sony kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2026). Arus lalu lintas diruas jalan tol Jakarta - Cikampek Km 55, Karawang, Jawa Barat (17/3/2026). Menurut dia, kondisi rileks tidak datang begitu saja, tetapi harus didukung persiapan matang sebelum berangkat. Mulai dari kesiapan fisik, mental, hingga kendaraan yang akan digunakan. “Istirahat cukup supaya badan selalu fit dalam menyikapi kepadatan lalu lintas dan sinar matahari yang lagi terik-teriknya,” ujar dia. Selain itu, kendaraan juga harus dipastikan dalam kondisi prima dan barang bawaan disesuaikan kebutuhan. Hal ini penting untuk menghindari gangguan teknis maupun beban berlebih selama perjalanan. Saat di jalan, pengemudi diimbau menerapkan defensive driving, seperti menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, serta tetap sopan dan mengalah dengan pengguna jalan lain. Istirahat secara berkala juga menjadi hal wajib agar kondisi tubuh tetap terjaga. “Enggak usah terpaku pada waktu ketibaan yang harus on time. Toleransi saja, yang penting selamat,” kata Sony. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang