Pebalap Red Bull KTM, Pedro Acosta, harus merelakan hasil finis ketiga pada sprint race MotoGP Amerika 2026 setelah dijatuhi penalti akibat pelanggaran tekanan ban. Dalam balapan yang berlangsung di Circuit of the Americas (COTA), Acosta awalnya tampil kompetitif dan berhasil mengamankan posisi ketiga. Namun, seusai balapan, ia dinyatakan melanggar regulasi tekanan ban dan dikenai penalti delapan detik. Hukuman tersebut membuat Acosta turun ke posisi kedelapan dan hanya mengantongi dua poin. Padahal, ia sempat menjadi pebalap KTM terbaik serta diuntungkan oleh insiden yang menimpa sejumlah rival seperti Marc Marquez, Fabio Di Giannantonio, dan Marco Bezzecchi. Meski demikian, Acosta menegaskan telah mengeluarkan kemampuan maksimal untuk bersaing dengan motor Ducati dan Aprilia yang saat ini dinilai lebih kompetitif. “Tidak terlalu buruk, tapi kami kesulitan. Maksud saya, bisa dilihat Ducati dan Aprilia, siapa pun pebalapnya, sangat cepat. Sepertinya mereka sudah menemukan setelan yang sangat baik, sementara kami masih mencoba mengejar,” ujar Acosta, dikutip dari Motosan.es, Minggu (29/3/2026). Ia mengakui KTM masih memiliki sejumlah keterbatasan, sehingga tim harus memaksimalkan peluang yang ada. “Kami tahu keterbatasan kami, dan untuk saat ini hanya mencoba memainkan kartu sebaik mungkin, meski tidak banyak. Sekarang mungkin fokusnya bertahan dulu, lalu nanti saat ke Eropa kami akan mencari solusi yang lebih baik,” kata dia. Sebelum terkena penalti, Acosta menilai hasil sprint sejatinya sudah cukup positif. Ia bahkan menyebut posisi finisnya memang realistis jika melihat performa para pesaing. Pedro Acosta saat berlaga pada MotoGP Portugal 2024 “Mungkin Jorge Martin mengejutkan semua orang dengan memilih ban medium belakang, tapi saya rasa posisi kami memang di antara kedua dan ketiga. Lihat saja bagaimana cepatnya Pecco di awal sprint, catatan waktunya luar biasa untuk balapan seperti ini,” ujarnya. “Kami harus tetap puas. Kami sudah memaksimalkan paket yang kami miliki sekarang. Tinggal menunggu waktu KTM memperbaiki kelemahannya,” lanjutnya. Acosta juga mengungkapkan kelemahan utama motor KTM saat ini terletak pada kecepatan di lintasan lurus, meski cukup kompetitif saat pengereman. “Dalam pengereman kami cukup baik. Titik lemah kami sekarang adalah kami terlalu lambat di lintasan lurus. Tapi itu soal waktu sebelum membaik,” ucapnya. Ia menambahkan, peningkatan performa tim juga membutuhkan lebih banyak data pembanding dari sesama pebalap KTM. “Saya sangat senang untuk rekan setim dan pabrikan. Kami butuh lebih banyak pebalap untuk membandingkan motor dan memahami arah pengembangan. Itu bagus untuk semua,” katanya. Dalam menghadapi musim yang panjang, Acosta menekankan pentingnya start dari barisan depan serta konsistensi dalam meraih poin. “Kami mencoba memaksimalkan sedikit peluang yang ada. Start dari barisan depan hampir jadi syarat wajib, kalau tidak akan sangat sulit,” ujarnya. “Kami sudah cukup baik di beberapa lap awal untuk mencoba membuka jarak. Tapi kemudian Martin dan Alex datang dengan ritme yang sangat kuat, sementara saya sudah berada di batas,” tambahnya. Ia pun menegaskan bahwa target utama saat ini adalah menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan. "Awal musim ini soal mengumpulkan poin dan tidak melakukan kesalahan seperti tahun lalu. Targetnya tetap dekat dengan podium. Kejuaraan itu panjang, jadi yang penting hasil akhirnya,” kata Acosta. Menatap balapan utama, Acosta mengakui masih banyak hal yang perlu dipersiapkan, terutama terkait penggunaan ban. “Saya rasa ini akan jadi balapan yang paling penuh tanda tanya. Dengan ban medium, kondisinya akan sangat berbeda dari hari ini,” ujarnya. “Kami harus sedikit menyesuaikan motor untuk start dan lap pertama, lalu menjaga ban dan melihat bagaimana jalannya balapan,” lanjutnya. Terkait penalti yang diterimanya, Acosta mengaku tidak mengetahui adanya pelanggaran saat balapan berlangsung. “Tidak, tidak ada peringatan apa pun. Jadi apa pun yang terjadi, itu di luar kendali saya,” katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang