Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki fase krusial. Dengan menyisakan 10 seri balapan dan 370 poin maksimal yang diperebutkan, selisih poin di posisi enam besar klasemen sementara terbilang sangat ketat, yakni hanya berjarak 56 poin. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai balapan mendatang di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, akan menjadi ujian sesungguhnya sekaligus petunjuk kuat siapa penantang sejati gelar juara dunia musim ini. Saat ini, tiga posisi teratas klasemen ditempati oleh para pebalap pengguna Aprilia RS-GP, yaitu Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura. Menempel ketat di bawahnya ada dua pebalap Ducati, Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio, serta pebalap Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez, di urutan keenam. Helm spesial Shoei edisi Marc Marquez juara dunia MotoGP 2025 dijual dengan jumlah yang sangat terbatas, 93 unit di dunia Ujian Berat Meski trio Aprilia saat ini memimpin klasemen, Rivola menyadari betul bahwa Seri Aragon akan menyajikan tantangan berat. Pasalnya, sirkuit dengan karakter berlawanan arah jarum jam (anti-clockwise) tersebut dikenal sebagai "wilayah kekuasaan" Marc Marquez. Pebalap berjuluk The Baby Alien itu tercatat sudah mengantongi tujuh kemenangan Grand Prix di Aragon dan tak terkalahkan dalam empat balapan terakhirnya di sana bersama Ducati. "Kami tahu bahwa Aragon adalah lintasan favorit Marc (Marquez). Masih ada 370 poin yang bisa diperebutkan, tetapi Aragon bisa memberi kita gambaran tentang siapa penantang gelar juara dunia yang sebenarnya," ujar Rivola dikutip dari Crash.net, Senin (17/8/2026). Pebalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, mencium trofi di podium setelah memenangkan MotoGP Brasil di sirkuit internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 22 Maret 2026. Konsistensi Aprilia Selain persaingan ketat dengan Ducati, konsistensi Aprilia di paruh kedua musim juga menjadi sorotan. Pada musim 2023 dan 2024, pabrikan asal Noale, Italia tersebut sempat mengalami penurunan performa saat memasuki balapan di luar Eropa. Namun, catatan statistik buruk tersebut berhasil dipatahkan pada musim lalu lewat kemenangan yang diraih Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez. "Secara statistik, dulu kami tampil buruk di paruh kedua musim, tetapi tahun lalu kami cukup kuat. Saya berharap catatan tahun lalu menjadi statistik yang lebih baik untuk masa depan. Kita lihat saja nanti," tutur Rivola. Pebalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer (tengah) dan pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin (kiri) mengalami kecelakaan saat Pedro Acosta (kanan) dari Tim Red Bull KTM Factory Racing melaju setelah start balapan MotoGP Hongaria 2026 di sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 7 Juni 2026. (Foto oleh Ferenc ISZA / AFP) Kebugaran Fisik Pebalap Di samping performa motor, Rivola menekankan bahwa faktor fisik pebalap akan memainkan peranan sangat penting dalam menghadapi padatnya jadwal balapan di sisa musim. "Menurut saya tidak ada yang benar-benar berubah antara paruh pertama atau kedua. Yang paling penting adalah bagaimana kondisi fisik para pebalap. Akhirnya kami mendapati Jorge (Martin) dalam kondisi yang baik, dan Marco (Bezzecchi) punya waktu satu minggu lagi untuk pulih sebelum Aragon," pungkasnya.