Bahan bakar minyak (BBM) basi merupakan bahan bakar yang kualitasnya menurun karena disimpan terlalu lama atau terkontaminasi. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada kinerja mesin mobil. Salah satu dampak utama adalah pembakaran yang tidak sempurna di dalam ruang mesin. Hal ini membuat tenaga yang dihasilkan menjadi tidak optimal. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady mengatakan, konsumen tidak disarankan menyimpan BBM terlalu lama karena bisa berujung kerugian karena adanya penurunan kualitas. “Dampak mesin mobil pakai BBM yang sudah terlalu lama disimpan bisa membuat performa menurun dan adanya potensi kerusakan komponen seperti injektor,” ucap Jayan kepada KOMPAS.com, belum lama ini. Menurut Jayan, penyimpan BBM di tangan konsumen masih bisa ditoleransi 3 sampai 6 bulan, tergantung penyimpan dan jenisnya. “Umumnya BBM yang mengandung nabati seperti biodiesel dan etanol lebih cepat mengalami degradasi,” ucap Jayan. Antrrean panjang kendaraan yang hendak mengisi Bahan bakar Minyak (BBM) terjadi di Stasiun Pengisuan Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Senin (30/3/2026) Tempat penyimpanan BBM ideal adalah tangki yang kedap udara. Namun, kondisi tersebut tidak memungkinkan terjadi pada tangki BBM pada kendaraan. “Secara umum B100 atau etanol masih mampu bertahan bila disimpan selama 3 bulan, bila lebih dari itu risikonya Terjadi penurunan kualitas,” ucap Jayan. Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan mobil yang menenggak BBM basi bisa mengalami penurunan performa. Timing Chain di mesin mobil Peugeot “Akibatnya, mobil bisa terasa kurang bertenaga atau ngempos saat digunakan, terutama saat akselerasi atau menanjak,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Senin (30/3/2026). Selain itu, mesin juga dapat mengalami gejala brebet atau tersendat. Hal ini disebabkan oleh campuran bahan bakar dan udara yang tidak ideal. BBM basi juga dapat membuat mesin lebih sulit dihidupkan, terutama saat kondisi dingin atau setelah mobil lama tidak digunakan. Kotoran pada bensin ketika membersihkan filter BBM “Endapan yang terbentuk dari BBM basi berpotensi mengotori injektor atau karburator. Jika dibiarkan, aliran bahan bakar bisa terganggu,” ucap Muchlis. Filter bahan bakar juga akan bekerja lebih berat karena harus menyaring kotoran tambahan. Akibatnya, filter lebih cepat tersumbat. BBM yang mengandung air akibat kondensasi dapat menyebabkan karat di dalam tangki bahan bakar. Hal ini dapat mempercepat terbentuknya serbuk karat. “Penggunaan BBM basi juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena pembakaran tidak sempurna,” ucap Muchlis. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak komponen penting seperti pompa bahan bakar dan injektor. Oleh karena itu, penting menggunakan BBM yang masih dalam kondisi baik. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang