Lepas memastikan seluruh model yang dipasarkan di Indonesia akan diproduksi secara lokal atau completely knocked down (CKD). Strategi ini dinilai menjadi kunci agar harga mobil tetap kompetitif sekaligus mendukung rencana ekspansi merek tersebut di pasar nasional. Saat ini, Lepas telah memproduksi SUV L8 di Indonesia. Selanjutnya, model listrik E4 dan E6 juga dipastikan akan mengikuti skema perakitan lokal. Pabrik Chery Intelligent Connected Mega Factory, di Wuhu, China. L8 Sudah Dirakit di Indonesia Vice Country Director Lepas Indonesia Temmy Wiradjaja mengatakan, Lepas L8 yang dipasarkan saat ini sudah diproduksi secara CKD di Indonesia. "Unit sudah diproduksi di Indonesia (CKD). Tentunya itu yang membuat kami bisa di harga seperti sekarang ini. Kalau tidak CBU kan pasti harganya begitu tinggi," kata Temmy di Jakarta (26/7/2026). Menurut dia, strategi perakitan lokal membuat Lepas mampu menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan apabila kendaraan masih didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU). Mobil listrik Lepas E4 EV E4 dan E6 Juga Akan Diproduksi Lokal Temmy menjelaskan, mobil listrik Lepas E4 yang dijadwalkan meluncur pada GIIAS 2026 juga akan diproduksi secara CKD. Hal yang sama berlaku untuk Lepas E6 yang direncanakan hadir pada kuartal IV 2026. "Jadi L8 sudah CKD, E4 akan CKD, kemudian E6 yang kemudian hari pun tetap kami harus lakukan CKD di Indonesia," ujarnya. Meski demikian, volume produksi setiap model akan disesuaikan dengan respons pasar. Lepas belum menetapkan kapasitas produksi tetap karena masih menunggu perkembangan permintaan konsumen. "Produksi tentunya menyesuaikan permintaan. Kapasitas produksi segala macam tentunya akan menyesuaikan dengan permintaan yang ada dari konsumen. Kita lihat nanti di GIIAS, mungkin di situ juga kami akan mengatur strategi untuk produksinya," kata Temmy.