Booth DFSK dan Seres di IIMS 2026 Hal ini dikatakan Franz Wang, Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile. Menurutnya, investasi DFSK di Indonesia sejak awal memang dirancang sebagai langkah jangka panjang, bukan keputusan taktis mengikuti tren pasar. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Keputusan untuk terus berinvestasi di Indonesia merupakan bagian dari strategi jangka panjang DFSK. Pembaruan identitas global ini memperkuat posisi Indonesia sebagai fondasi penting bagi pengembangan bisnis dan strategi regional DFSK di Asia Tenggara,” ujar Franz Wang di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sejak hadir di Indonesia, DFSK membangun fasilitas produksi dengan tingkat otomatisasi tinggi, menyiapkan gudang suku cadang, serta melakukan reinvestasi untuk mendukung pengembangan kendaraan energi baru. Indonesia juga berperan sebagai basis produksi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga ekspor.Arah tersebut terlihat dari pengembangan kendaraan listrik yang sudah dilakukan DFSK melalui Gelora E. Model ini diproduksi lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 44 persen dan dikenal sebagai salah satu kendaraan niaga listrik ringan pertama yang dipasarkan di Indonesia. Gelora E hadir dalam varian Blind Van dan Minibus dengan pilihan baterai 38 kWh dan 42 kWh. Jarak tempuhnya diklaim hingga 300 km berdasarkan pengujian NEDC. Model ini dipasarkan mulai Rp 248 juta on the road Jakarta, disertai garansi baterai lima tahun atau 200.000 km.Di segmen kendaraan listrik penumpang, DFSK menghadirkan Seres E1 yang ditujukan untuk mobilitas perkotaan. Mobil kompak ini tersedia dalam dua tipe dengan kapasitas baterai 13,8 kWh dan 16,8 kWh, serta jarak tempuh hingga 220 km. Seres E1 dipasarkan mulai Rp 189 juta OTR Jakarta dengan garansi baterai delapan tahun.Kehadiran dua model listrik tersebut ditampilkan DFSK dalam ajang IIMS 2026, bersamaan dengan lini kendaraan niaga konvensional seperti Super Cab yang dibanderol mulai Rp 158,5 juta OTR Jakarta. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Melalui pembaruan identitas global ini, DFSK menyebut transformasinya tidak hanya sebagai produsen kendaraan fungsional, tetapi sebagai penyedia solusi mobilitas yang lebih relevan dengan kebutuhan saat ini, khususnya pada kendaraan energi baru dan layanan purna jual yang berkelanjutan.“Drives for Better bukan sekadar slogan, melainkan komitmen jangka panjang kami untuk bergerak lebih baik, bersama Indonesia,” tutur dia.