Pabrikan motor asal Italia, MV Agusta, kembali dilanda krisis. Setahun lalu, CEO MV Agusta Luca Martin masih berbicara lantang soal rencana meluncurkan model-model baru, mendongkrak penjualan, hingga ambisi masuk ke kejuaraan balap kelas para raja, MotoGP. Namun kini, pabrik mereka di Varese justru berhenti berproduksi. Dilansir dari GPOne, rencana ambisius Martin itu jauh panggang dari api. Pada 2025, MV Agusta menargetkan penjualan 4.000 unit motor dengan target jangka panjang 10.000 unit per tahun. Kenyataannya, sepanjang 2022 hingga 2025 penjualan tahunan MV Agusta hanya berkisar 1.855 sampai 4.500 unit. Hingga akhir Juli 2026, baru 1.238 unit yang terjual. MV Agusta di IIMS 2026 Anjlok Usai Berpisah Masalah MV Agusta bermula sejak lepasnya kepemilikan dari KTM AG, anak usaha Pierer Mobility. Pada Maret 2023, konglomerat asal Rusia Rashid Sardarov melalui perusahaan induknya, Art of Mobility, menjual 50,1 persen saham MV Agusta Motor S.p.A. kepada KTM dengan nilai yang disebut-sebut mencapai 60 juta euro. Namun Pierer Mobility, induk KTM, Husqvarna, dan GASGAS, mengajukan kepailitan pada Desember 2024 dengan utang sekitar 1,2 miliar euro. Saham KTM di MV Agusta pun dikembalikan ke Art of Mobility pada 2025. Setelah masa transisi itu, penjualan MV Agusta anjlok 54,3 persen. Hubert Trunkenpolz, yang sebelumnya menjabat CEO MV Agusta di era KTM, menjadi Ketua Dewan Direksi MV Agusta usai proses pembelian kembali saham tersebut. Sementara itu, Luca Martin dipromosikan dari Co-CEO menjadi CEO penuh. Negosiasi Berujung Buntu Untuk mengembalikan MV Agusta ke jalur untung, Trunkenpolz memanfaatkan jaringannya dengan CFMOTO, mitra usaha patungan KTM di China, sekaligus juara Moto3 2024 lewat David Alonso. Rencananya, CFMOTO akan menjadi produsen motor asal China pertama yang masuk MotoGP lewat kerja sama dengan MV Agusta. Pada Juni 2026, Trunkenpolz terbang ke China bersama tim dari perusahaan investasi asal Swiss, Circular Economy AG, untuk bertemu manajemen CFMOTO. Pihak China awalnya bersedia mengambil 49 persen saham MV Agusta dengan opsi menambah kepemilikan di kemudian hari, dan nota kesepahaman pun diteken. Motor baru CFMoto 250SR-R Namun rencana itu kandas. Manajemen MV Agusta di bawah Luca Martin diduga justru mencoba menjalankan sendiri rencana restrukturisasi yang telah disusun Circular Economy AG, tanpa suntikan dana segar dari CFMOTO. Art of Mobility kemudian membatalkan sepihak perjanjian dengan Circular Economy, dan sengketa hukum antara keduanya masih berlangsung hingga kini. Pertemuan lanjutan antara CFMOTO dan delegasi MV Agusta sempat digelar saat pameran EICMA 2025 di Italia. Namun pihak China buru-buru mundur karena menilai permintaan finansial eksekutif MV Agusta tidak masuk akal. Pabrik Berhenti dan Isu Bangkrut Rencana penambahan modal 35 juta euro yang dijanjikan Art of Mobility pada Maret 2026 tak pernah terealisasi. Akibatnya, sejak April 2026 pabrik Varese berhenti berproduksi karena rantai pasokan macet akibat tunggakan pembayaran ke pemasok. Suku cadang langka, dan dealer dibuat menunggu tanpa kepastian. Ketua Dewan Direksi Hubert Trunkenpolz mundur pada 20 Juli 2026, tak lama setelah pembatalan sepihak kontrak dengan Circular Economy AG yang kemudian menang gugatan pada tingkat pertama. Manajemen MV Agusta dikabarkan telah mengajukan proses kepailitan di luar pengadilan, dengan pabrik yang sudah berhenti berproduksi hampir lima bulan.