Penjualan tiket MotoGP Indonesia 2026 masih terus berlangsung menjelang pelaksanaan balapan di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski waktu pelaksanaan semakin dekat, masyarakat Indonesia dinilai masih memiliki kebiasaan membeli tiket dalam waktu yang berdekatan dengan hari pelaksanaan. VP Business Development Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Rully Habibie, mengatakan, karakter tersebut menjadi salah satu hal yang membuat penjualan tiket MotoGP Indonesia tidak selalu terlihat tinggi sejak jauh-jauh hari. Menurut Rully, sebagian masyarakat cenderung menunggu hingga mendekati hari pelaksanaan sebelum memutuskan untuk membeli tiket. "Ya, dari kami sih pastinya tetap ya, first come first serve,. Jadi, akhirnya ya kalau memang sudah habis, ya langsung habis. Tapi ya insya Allah kita butuh dukungan lah ya semua orang untuk beli tiket," ujar Rully, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Momen Vega Ega Pratama meraih podium ketiga di Moto3 Brasil 2026 Tiket MotoGP Indonesia 2026 Dijual dengan Sistem First Come First Serve Rully menuturkan, sistem penjualan tiket tetap menerapkan prinsip siapa cepat dia dapat. Artinya, calon penonton yang ingin menyaksikan langsung MotoGP Indonesia 2026 perlu melakukan pembelian lebih awal agar tidak kehabisan tiket. Terlebih, MotoGP Indonesia tahun ini memiliki daya tarik tambahan dengan hadirnya dua pebalap muda Indonesia yang akan tampil di ajang Grand Prix. Kedua pebalap tersebut adalah Veda Ega Pratama dan Mario Aji. Kehadiran keduanya diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat untuk datang langsung ke Sirkuit Mandalika. "Apalagi kan sekarang kita mengusung dua pebalap muda kita. Ada Veda (Ega Pratama) dan Mario (Aji)," kata Rully. Mario Aji (kiri) dan Veda Ega Pratama (kanan) setelah sapa penggemar di Yogyakarta Veda dan Mario Jadi Magnet Baru Penjualan Tiket Menurut Rully, tampilnya Veda dan Mario menjadi salah satu faktor yang berpotensi mendorong masyarakat untuk membeli tiket MotoGP Indonesia 2026. Apalagi, keduanya merupakan pebalap asal Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk tampil di ajang balap motor dunia. "Ini menjadi salah satu penarik, magnet terbesar pembelian tiket tahun ini. Ya, kita berharap (penjualan lebih banyak). Kita juga butuh support, Veda dan Mario juga butuh support dari kita, kita sama-sama support lah," ujarnya. MGPA pun berharap dukungan masyarakat terhadap kedua pebalap tersebut dapat diwujudkan dengan hadir langsung ke Sirkuit Mandalika. Pembalap Mario Aji Alami Dislokasi Bahu, Pahami Penyebab dan Gejalanya Selain memberikan dukungan kepada Veda dan Mario, kehadiran penonton juga diharapkan dapat membuat atmosfer MotoGP Indonesia semakin meriah. Bagi calon penonton yang belum membeli tiket, Rully mengingatkan bahwa ketersediaan tiket tetap bergantung pada jumlah yang masih tersisa. Dengan sistem first come first serve, tiket yang telah terjual tidak dapat dipesan kembali. Karena itu, masyarakat yang sudah memiliki rencana menyaksikan MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika disarankan tidak menunggu hingga terlalu dekat dengan hari balapan. Terlebih, kebiasaan membeli tiket secara last minute dapat berisiko membuat calon penonton kehilangan kesempatan apabila tiket untuk kategori yang diinginkan sudah habis terjual.