Mobil listrik memang memiliki berbagai manfaat sebagai kendaraan harian. Bebas ganjil-genap, biaya cas relatif murah, serta minim perawatan. Tetapi buat para pengguna mobil listrik, ada satu komponen yang cepat haus dibandingkan biasanya, yakni ban. BYD M6 EV CBU Mengingat bobot mobil listrik yang berat, ban jadi bagian yang cepat botak. Seperti yang dialami Hadyan, pemilik BYD Dolphin yang sudah menggunakan mobilnya selama dua tahun. Dia sudah harus mengganti semua ban mobilnya. “Saya sudah ganti ban, cepat juga baru dua tahun sudah harus ganti. Sebenarnya wajar saja karena mobil listrik berat kan,” kata Hadyan kepada Kompas.com belum lama ini. “Langsung ganti empat-empatnya. Waktu itu di bengkel resmi, totalnya Rp 6 jutaan. Satunya Rp 2 jutaan,” kata Hadyan. Selain Hadyan, Alfred, pemilik BYD M6 juga mengeluhkan ban mobilnya yang sudah harus diganti meski baru dua tahun digunakan. “Sebentar lagi dua tahun (pemakaian), tapi ban juga sebentar lagi botak. Padahal pemakaian baru 31.000 km,” kata Alfred. Penyebab Cepat Botak Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, mengatakan secara teknis memang ada alasan mengapa ban mobil listrik menghadapi tekanan kerja yang lebih besar. “Benar sekali, sebab bobotnya lebih berat dan momen inersianya lebih besar, sehingga ketika berakselerasi ada semacam friksi yang besar dibandingkan dengan mobil biasa (ICE), kata Fisa kepada Kompas.com, belum lama ini. BYD Dolphin Menurut Fisa, karakteristik mobil listrik yang memiliki torsi instan menjadi salah satu faktor utama yang membuat ban bekerja lebih keras, terutama saat akselerasi awal. Selain itu, keberadaan baterai berkapasitas besar yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan turut menambah bobot mobil secara keseluruhan. Spesifikasi Khusus Ban Mobil Listrik Karena itu, spesifikasi ban untuk mobil listrik umumnya dibuat berbeda meskipun ukuran tapaknya sama dengan mobil konvensional. “Biasanya misalnya 215/55-17 itu ada load index 94, itu dinaikkan jadi 98, biar bisa menanggung lebih berat meski ukurannya sama. Sebetulnya bisa pakai ban yang lebih besar, tapi akan makan ruang, katanya. Melihat karakteristik tersebut, pemilik mobil listrik diimbau untuk lebih disiplin dalam melakukan perawatan rutin, seperti menjaga tekanan angin dan rotasi ban secara berkala. Penggunaan ban spesifikasi khusus EV serta menerapkan gaya berkendara yang halus saat akselerasi awal menjadi langkah efektif untuk menekan tingkat keausan, sehingga masa pakai dapat lebih optimal.