Mobil bekas asal Korea Selatan seperti Hyundai dan Kia tetap memiliki ceruk pasar tersendiri di Tanah Air. Beberapa model populer seperti Hyundai Atoz, Accent, Grand Avega, hingga Kia Visto dan Rio masih kerap dijumpai di jalan raya. Kendati demikian, pertimbangan utama konsumen sebelum memboyong mobil bekas merek Korea adalah kemudahan berburu suku cadang (sparepart). Banyak anggapan bahwa ketersediaan komponennya tak semelimpah kendaraan pabrikan Jepang. Di bengkel umum di daerah seperti Bogor, keluhan sulitnya mencari suku cadang mobil Korea memang cukup terdengar. Pilihan komponen di pasaran dinilai tak sebanyak mobil-mobil Jepang yang mendominasi populasi. Kia Rio LS jadi salah satu estate murah di pasar mobil bekas Spesialis Hyundai dan Kia Namun, pemandangan berbeda terlihat di sentra penjualan suku cadang besar, seperti Pasar Mobil Kemayoran (PMK), Jakarta Pusat. Di lokasi ini, pedagang spesialis Hyundai dan Kia masih bertahan memenuhan kebutuhan konsumen. Salah satunya toko Persatuan Motor yang sudah berjualan di PMK sejak 2005. “Di sini dari Pasar Mobil Kemayoran jadi saja, awal, 2005. Kita dari Senen, kebakaran juga di sana, pindah ke sini,” kata Hery, pegawai Persatuan Motor kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2026). Ilustrasi Hyundai Trajet Usia Kendaraan Hery menjelaskan, tingkat kesulitan mencari suku cadang sangat bergantung pada tahun produksi dan usia operasional mobil tersebut di jalan. “Dulu kan Accent laku, terus Cakra, yang dibilang mobil Indonesia tahunya mobil Korea. Tapi sudah susah sparepart-nya, mobil yang 2012 ke atas masih gampang,” ujar Hery. Menurutnya, kendaraan yang usianya sudah menginjak dua dekade kini mulai langka komponennya karena produsen maupun distributor sudah tidak lagi memasok dalam jumlah banyak. “Mobil yang baru 15 tahun (masih ada), kalau Accent kan sudah 20 tahunan, sudah susah. Kia juga sama,” lanjutnya. Ilustrasi Kia Visto 2001 Fast-Moving Aman, Slow-Moving Bikin Pusing Kondisi serupa terjadi pada duo city car legendaris awal 2000-an, Hyundai Atoz dan Kia Visto. Mobil berdimensi ringkas yang sempat menjadi idola para pembeli mobil pertama ini kini berada di fase transisi ketersediaan komponen. “Mobilnya sudah 20 tahun, sudah mulai agak sulit, tapi enggak terlalu. Masih bisa ditemukan,” kata Hery. Ia menambahkan, suku cadang kategori fast-moving atau komponen perawatan rutin masih tergolong aman di pasaran. Di mobil KIA Visto inilah Ahmad Imam al Hafitd dan Assyifa Ramadhani menganiaya kemundian membunuh Ade Sara Angelina Suroto. Dengan mobil itulah Hafitd dan Assyifa membawa jenazah Ade Sara sebelum membuangnya di pinggir jalan tol di Bekasi. “Masih ada yang umum-umum, filter, kampas rem. Tapi kalau sudah yang ribet-ribet kayak bumper, pintu, pusing carinya,” tutur Hery. Bagi calon pembeli yang tertarik memboyong mobil bekas Korea berusia di atas 15 tahun, ketersediaan komponen servis rutin relatif tidak menjadi masalah. Namun untuk perbaikan bodi maupun komponen slow-moving, pemilik harus siap meluangkan waktu lebih untuk berburu di sentra spesialis atau memanfaatkan jaringan komunitas.