Menjadi pebalap MotoGP kini tidak cukup hanya memiliki bakat dan kemampuan melaju cepat di lintasan. Seiring semakin profesionalnya kompetisi, pebalap juga dituntut memiliki fisik prima, memahami aspek teknis, mampu bekerja sama dengan tim, serta profesional saat berhadapan dengan media dan sponsor. Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh Pablo Nieto, manajer tim VR46 Ducati. Nieto merupakan putra Angel Nieto, legenda balap motor Spanyol sekaligus juara dunia 13 kali. Ia juga pernah berkarier sebagai pebalap sebelum beralih ke balik layar sebagai manajer tim. Menurut Nieto, perkembangan MotoGP membuat standar seorang pebalap ikut berubah. “Olahraga ini semakin profesional. Dulu, bakat alami sudah cukup untuk meraih hasil luar biasa. Sekarang itu tidak lagi cukup,” ujar Nieto dilansir dari Speedweek, Minggu (6/9/2026). Pebalap Gresini Racing, Fermin Aldeguer (tengah) dan pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin (kiri) mengalami kecelakaan saat Pedro Acosta (kanan) dari Tim Red Bull KTM Factory Racing melaju setelah start balapan MotoGP Hongaria 2026 di sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 7 Juni 2026. (Foto oleh Ferenc ISZA / AFP) “Anda harus berbakat di atas motor dan bekerja keras. Anda harus bekerja intensif dengan tim, tetapi juga di luar balapan,” katanya. Atlet Profesional Salah satu perubahan terbesar terjadi pada aspek fisik. Beban yang harus ditanggung pebalap MotoGP semakin tinggi sehingga persiapan mereka kini menyerupai atlet profesional dari cabang olahraga lainnya. “Olahraga ini menjadi sangat menuntut secara fisik. Anda harus pergi ke gym, berlatih dengan motor, mengendarai motocross, dan memperhatikan pola makan,” kata Nieto. Selain Pablo Nieto, Lucio Cecchinello, prinsipal tim LCR Honda, juga melihat perubahan tersebut. Cecchinello yang pernah menjadi pebalap Grand Prix menilai generasi muda saat ini sudah memiliki standar kebugaran yang jauh berbeda dibandingkan masa lalu. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) merayakan kemenangan Sprint Race MotoGP Aragon di sirkuit Motorland di Alcaniz, timur laut Spanyol, pada 29 Agustus 2026. (Foto oleh JOSE JORDAN / AFP) “Olahraga ini telah berkembang. Pebalap berbakat seperti Manuel Gonzalez atau David Alonso adalah atlet sejati. Mereka terlihat seperti atlet Olimpiade,” ujar Cecchinello. Namun, kondisi fisik dan kemampuan mengendarai motor hanya sebagian dari tuntutan seorang pebalap MotoGP. Mereka juga harus mampu memberikan masukan kepada insinyur, memahami karakter motor, mengikuti agenda media, serta memenuhi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan sponsor. Jika dahulu pebalap bisa lebih fokus pada persiapan dan balapan, kini aktivitas di luar lintasan juga menjadi bagian dari pekerjaan.