JAKARTA, KOMPAS.com - Marc Marquez menilai musim dominannya di MotoGP 2025 akan sangat sulit terulang. Juara dunia sembilan kali itu bahkan menyebut performa luar biasa yang ia capai musim lalu nyaris mustahil diulang, seiring format akhir pekan balapan yang kini menawarkan banyak poin dalam satu seri. Pindah ke Pabrikan Ducati Pebalap berusia 32 tahun tersebut mengawali MotoGP 2025 sebagai favorit kuat peraih gelar juara dunia, menyusul kepindahannya ke tim pabrikan Ducati. Sebelumnya, Marquez tampil meyakinkan bersama Gresini Ducati dengan motor GP23, termasuk meraih kemenangan balapan. Dominasi Marquez Namun, dominasi Marquez sepanjang musim ternyata melampaui banyak perkiraan. Pebalap Spanyol yang membela Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam balapan utama MotoGP Hongaria 2025 di Sirkuit Balaton Park di Balatonfokajar, Hongaria, pada 23 Agustus 2025. (Foto oleh ATTILA KISBENEDEK / AFP) Ia mengoleksi 11 kemenangan balapan utama dan 14 kemenangan sprint, sebelum memastikan gelar juara dunia ketujuhnya di kelas premier. Kontrol penuh atas jalannya kejuaraan mulai terlihat pada paruh tengah musim. Marquez mencatat tujuh akhir pekan beruntun dengan raihan maksimal 37 poin, mulai dari seri Aragon hingga Hungaria. Meski demikian, cedera membuatnya harus menepi pada empat seri terakhir musim 2025. Menilik kembali pencapaiannya, Marquez mengakui target awalnya memang bersaing memperebutkan gelar juara. Namun, ia tidak pernah membayangkan bisa tampil sangat dominan. “Saya tidak pernah membayangkan menjalani tahun yang luar biasa seperti ini,” ujar Marquez, dikutip dari Crash, Kamis (25/12/2025). “Saya berharap bisa bertarung memperebutkan gelar juara dunia, itu memang tujuannya. Tetapi bukan dengan cara seperti ini, mengunci gelar saat masih tersisa lima balapan,” lanjutnya. Marquez menilai format balapan saat ini membuat dominasi semacam itu sulit diulang. Kombinasi balapan sprint dan balapan utama membuat jumlah poin yang diperebutkan setiap akhir pekan sangat besar. “Saat ini hampir mustahil untuk diulang, karena ada begitu banyak poin yang bisa diraih setiap akhir pekan. Tidak mudah untuk selalu sempurna,” ucapnya. Ia juga menilai musim 2025 dijalani dengan konsistensi tinggi, meski tetap diwarnai sejumlah kesalahan. “Kami menjalani musim yang sangat solid, dengan beberapa kesalahan, tetapi kami mampu memenangkan banyak balapan,” ujar Marquez. Cedera Bahu Pada akhir musim, Marquez mengalami cedera bahu serius akibat insiden dengan Marco Bezzecchi di Grand Prix Indonesia. Cedera tersebut membuat proses pemulihan menjadi fokus utama jelang musim berikutnya. “Secara fisik kondisinya terus membaik, itu yang terpenting,” kata Marquez. Ia menjelaskan, masa imobilisasi selama empat hingga lima pekan membuat kekuatan lengannya menurun drastis. Namun, kondisinya kini berangsur pulih berkat perawatan intensif dan pemeriksaan rutin setiap dua pekan. “Tulang harus sembuh dengan baik, begitu juga ligamennya. Kami harus menunggu prosesnya,” ucap Marquez. Untuk saat ini, Marquez masih menjalani rehabilitasi dengan fokus pada fisioterapi dan perawatan penunjang lainnya. “Masih banyak waktu di meja perawatan, fisioterapi, terapi ruang hiperbarik. Apa pun yang membantu tentu sangat berarti,” ucapnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang