Marc Marquez mengaku tidak tega melihat performa rekan setimnya, Francesco Bagnaia, yang sangat menurun, terutama pada paruh kedua musim ini. Bagnaia sejauh ini telah mengumpulkan enam podium pada sprint race dan delapan podium pada balapan utama, dengan satu kemenangan di sprint race dan dua kemenangan di balapan utama. Namun, pada empat seri terakhir, Bagnaia bahkan tidak bisa menyelesaikan balapan. Tim pabrikan Ducati Lenovo resmi meluncurkan motor untuk musim balap MotoGP 2025. Ducati juga memperkenalkan dua pebalap yang akan turun di musim ini, yaitu Francesco Bagnaia dan Marc Marquez. Beberapa kali, dirinya juga finis di luar lima besar. Terkadang, Bagnaia harus melewati sesi kualifikasi Q1 terlebih dahulu. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan performa Marquez yang berhasil meraih gelar juara dunia MotoGP 2025 pada musim pertamanya bersama tim pabrikan Ducati. Pebalap MotoGP dari Tim Ducati Lenovo Marc Marquez mengemudikan sepeda motornya di depan Francesco Bagnaia pada MotoGP Italia 2025 di Sirkuit Mugello, di Mugello, dekat Florence, pada 22 Juni 2025. “Sungguh menyedihkan melihatnya dalam keadaan seperti ini,” ujar Marquez, dikutip dari Crash.net, Rabu (12/11/2025). “Pecco (Bagnaia) telah mengalami perjalanan yang penuh liku-liku tahun ini, yang menurutku bahkan dia sendiri tidak bisa menjelaskannya, perbedaan perasaannya," kata Marquez. Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP Italia Marquez menambahkan bahwa hal terbaik yang bisa terjadi pada Bagnaia adalah datangnya musim dingin, agar dia bisa memulai dari awal. Dengan motor baru, mungkin saja performanya bisa kembali meningkat. “Dia belum lupa cara mengendarai motor. Kita lihat itu di Motegi. Itu akan menjadi hal terbaik untuk proyek Ducati," ujarnya. Padahal, sebelum MotoGP 2025 dimulai, banyak yang memprediksi duel sengit antara Marquez dan Bagnaia. Bahkan, tak sedikit yang membanding-bandingkan dengan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo saat masih di Yamaha. Untuk diketahui, Bagnaia menjadi pebalap Ducati setelah Casey Stoner yang berhasil meraih gelar juara dunia. Dia bahkan menjadi pebalap Ducati pertama yang bisa mempertahankan atau meraih gelar juara dunia MotoGP berturut-turut pada musim 2022 dan 2023. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.