Juara dunia MotoGP tujuh kali, Marc Marquez, mengakui bahwa masa aktifnya di dunia balap kemungkinan tidak akan berlangsung terlalu lama. Bukan karena kehilangan motivasi, melainkan karena kondisi fisik pebalap berusia 32 tersebut diyakini akan lebih cepat memaksa dirinya berhenti dibandingkan kemauan mental. “Hal tersulit bagi seorang atlet adalah mengetahui kapan dan bagaimana harus pensiun, serta sampai kapan harus terus melanjutkan,” ujar Marquez dikutip Crash.net, Rabu (7/1/2026). Juara dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, gagal meraih prestasi dalam MotoGP Mandalika. Ia jatuh pada lap pertama dalam balapan utama MotoGP Mandalika 2025, Minggu (5/10/2025), sehingga dalam kariernya pebalap asal Spanyol tersebut belum pernah menaklukkan Sirkuit Mandalika. Marquez menorehkan salah satu kisah comeback paling fenomenal di MotoGP musim lalu. Lima tahun setelah mengalami cedera lengan serius pada 2020 yang sempat mengancam kariernya, ia kembali berjaya dengan merebut gelar juara dunia kelas premier ketujuhnya. Meski harus absen pada empat seri terakhir musim 2025 akibat cedera bahu, Marquez memasuki MotoGP 2026 sebagai kandidat terkuat peraih gelar juara dunia seiring performa konsisten bersama Ducati membuatnya kembali berada di puncak persaingan. Di sisi lain, kontraknya dengan Ducati akan berakhir pada akhir musim ini bertepatan dengan rencana perubahan regulasi besar MotoGP pada 2027. “Saya sudah tahu saya akan pensiun lebih cepat, karena tubuh saya akan mendorong lebih keras daripada pikiran saya,” katanya. Marquez juga menyinggung soal risiko cedera yang selalu mengintai di dunia balap motor. Ia merasa cukup beruntung karena sejauh ini tubuhnya masih mampu bertahan, meski telah berkali-kali mengambil risiko besar di lintasan. “Kami berada di olahraga yang penuh cedera. Dengan semua risiko yang sudah saya ambil, sejauh ini tubuh saya masih cukup ‘baik’ sampai tahap akhir ini,” ucapnya. Menurut Marquez, evaluasi kondisi fisik akan menjadi penentu setiap musim ke depan. Sebab secara mental, ia masih merasa sangat kompetitif. “Setiap tahun saya harus memahami kondisi tubuh saya. Karena secara mental, saya masih seperti roket,” tuturnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang