Musim MotoGP 2026 bakal menjadi babak baru bagi Marc Marquez. Setelah pulih dari cedera dan kembali menemukan ritme kompetitifnya, pebalap asal Spanyol itu menegaskan tekadnya untuk kembali bersaing di papan atas. Marquez menyebut salah satu lawan terberatnya justru datang dari rumah sendiri, yakni sang adik, Alex Marquez, yang akan menjadi rival utama dalam perebutan gelar dunia musim depan. “Paling-paling, kami hanya bertukar posisi. Alex salah satu rival utama saya. Dia punya motor pabrikan dan sudah terbukti mampu melakukan segalanya. Tapi tentu, merek lain juga terus berkembang. Untuk awal, dia akan jadi lawan utama. Setelah pramusim, baru kita lihat. Tapi cara kami bekerja tidak akan berubah,” kata Marquez, dikutip dari Motosan.es, Rabu (12/11/2025). Hubungan kakak beradik di lintasan MotoGP ini memang unik, penuh rasa hormat, namun tetap kompetitif. Keduanya telah melewati perjalanan panjang, dari berbagi paddock di tim yang sama hingga kini berada di lintasan dengan ambisi masing-masing. Di sisi lain, Marquez sudah mantap menetapkan target di 2026, di mana dirinya harus kembali bersaing meraih gelar juara dunia. Marc Marquez dan Alex Marquez berpisah setelah MotoGP Barcelona 2024 “Tahun depan saya harus berjuang untuk gelar. Masih ada proses pemulihan, tapi target saya 100 persen fit di minggu pertama Maret, saat musim dimulai,” kata Marquez. Pengalaman panjang di lintasan membuat Marquez kini lebih matang dalam menakar risiko dan strategi. Ia sadar, kecepatan saja tak cukup, kemampuan membaca situasi turut menjadi kunci. “Kami punya cukup pengalaman untuk mengelola situasi. Rasanya berbeda saat usia 20 dan 32. Sekarang prinsipnya jelas, beradaptasi atau mati. Bukan mengerem lebih cepat, justru lebih lambat. Refleks pun datang lebih lambat,” kata dia. Meski sering diterpa cedera, Marquez tetap tampil dengan keyakinan. Ia mengungkap, sepanjang musim lalu dirinya bahkan masih membalap dalam kondisi tidak sepenuhnya pulih. “Waktu jatuh di Indonesia, saya dirontgen dan terlihat ada masalah. Fisioterapis saya bilang, ‘Tenang saja, itu tidak parah.’ Saya balapan sepanjang tahun dengan kondisi itu. Saya pernah dioperasi pada 2019, lalu 2020, dan sekarang masih ada satu tulang bengkok, satu patah. Hanya saya dan dokter yang tahu kondisi sebenarnya,” kata Marquez. Dengan semangat yang belum padam dan ambisi yang tetap menyala, Marquez siap membuka lembaran baru di MotoGP 2026. Meski dihadapkan pada rivalitas unik dengan sang adik dan tantangan fisik yang belum sepenuhnya pulih, Marquez menunjukkan bahwa tekad dan pengalaman masih menjadi senjatanya untuk kembali bersaing di puncak dunia balap motor. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.