Marc Marquez mengambil keputusan berani dalam kariernya saat meninggalkan Repsol Honda lebih awal untuk bergabung dengan Gresini Racing pada 2024. Pebalap asal Spanyol itu rela melepas status sebagai pebalap dengan bayaran tertinggi di tim pabrikan untuk pindah ke tim satelit dengan gaji jauh di bawah. Namun, langkah tersebut terbukti tepat. Performanya kembali dan membuka jalan menuju gelar juara dunia kesembilan bersama tim pabrikan Ducati Lenovo Team pada musim berikutnya. Menurut Marquez, pemahaman soal pentingnya motor dibandingkan uang sudah ia dapatkan sejak awal karier. Pebalap MotoGP asal Spanyol dari tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, bereaksi di dalam garasi timnya pada hari kedua tes pramusim MotoGP 2026 di Sirkuit Internasional Sepang di Sepang pada 4 Februari 2026. "Ketika Anda tiba di kejuaraan dunia, apa yang Anda cari, uang atau motor terbaik? Begitulah saya diajarkan, saya sangat beruntung. Mereka melatih mental saya, dan sekarang saya mengerti,” ujarnya, dikutip dari Crash, Kamis (9/4/2026). Marquez mengungkap bahwa dia termasuk yang konsern terhadap pengelolaan uang. Bahkan, dia tidak memakai uang bonus kemenangannya, termasuk bonus satu juta euro saat pertama kali meraih gelar juara dunia MotoGP 2013 bersama Repsol Honda. "Di situlah saya bertemu pengacara saya yang sekarang. Ada seorang akuntan yang mengurus keuangan saya dan pengacara," kata Marquez. "Dia bilang, (bonus itu) terlihat besar, tapi sebenarnya tidak terlalu besar, jadi simpan saja di bank,'" katanya. Pebalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez mengendarai motornya dalam Sprint Race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Internasional Buriram di Buriram pada 28 Februari 2026. (Foto oleh Lillian SUWANRUMPHA / AFP) Dalam hal investasi, Marquez memilih properti. Ia memiliki rumah seluas 1.300 meter persegi di Madrid dengan nilai sekitar 10 juta euro atau setara Rp 170 miliar. "Itu adalah investasi saya tidak kehilangan uang itu, masih ada. Rumah itu sudah lunas," ujarnya. Pada awal kariernya, Marquez sempat mendapat sorotan publik terkait rencana pindah ke Andorra, yang berjarak sekitar 120 km dari kampung halamannya di Cervera. Meski demikian, ia menegaskan tetap menjadi wajib pajak Spanyol. "Saya ingin menegaskan bahwa saya membayar, dan akan terus membayar pajak di Spanyol," kata Marquez. Pebalap berusia 33 tahun itu juga memastikan statusnya sebagai pekerja mandiri. Marc Marquez saat berlaga pada MotoGP Thailand 2026 "Saya tidak punya utang, baik kepada siapa pun maupun kepada diri saya sendiri. Saya bekerja sebagai individu, bukan perusahaan, tidak punya perseroan terbatas," katanya. "Saya punya karyawan, tapi bagi otoritas pajak, saya adalah pekerja mandiri. Jadi saya melaporkan sebagai pekerja mandiri. saya tidak ingin muncul di surat kabar atau hal seperti itu,” katanya. Meski memiliki kekayaan besar, Márquez menegaskan gaya hidupnya tidak berubah. "Saya beruntung uang tidak mengubah gaya hidup saya. Ini sering terjadi: orang mulai menghasilkan banyak uang lalu gaya hidupnya berubah," ujarnya. "Tapi saya tetap bisa bersenang-senang dengan teman-teman di mana saja, saya tidak perlu pamer,” kata Marquez. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang