Cedera yang dialami Marc Marquez saat MotoGP Indonesia berpotensi memengaruhi persiapan pebalap Ducati tersebut jelang dimulainya musim baru. Para pebalap dijadwalkan kembali turun ke lintasan pada tes resmi MotoGP di Sirkuit Sepang, Malaysia, yang berlangsung pada 3–5 Februari. Di tengah berbagai pembaruan teknis yang disiapkan tim, sorotan utama tertuju pada kondisi fisik juara dunia bertahan itu setelah menjalani masa pemulihan cukup panjang. Marquez sebelumnya kembali mengalami cedera bahu saat balapan di Mandalika. Insiden kontak dengan Marco Bezzecchi membuatnya terjatuh ke area gravel, sehingga harus mengakhiri musim lebih cepat dan absen pada tes pramusim di Valencia. Meski begitu, pebalap asal Cervera tersebut terus menjalani program pemulihan agar bisa tampil mendekati kondisi terbaiknya saat tes di Sepang. Pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam sesi practice MotoGP Indonesia 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika di Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 3 Oktober 2025. (Foto oleh Sonny TUMBELAKA / AFP) Pekan lalu, dalam acara peluncuran tim pabrikan Ducati, Marquez mengakui kondisinya belum sepenuhnya pulih. Namun, ia tetap optimistis bisa menjalani sesi uji coba dengan baik. “Saya bisa mengendarai motor dengan sangat baik pada level normal selama satu hari, tetapi di hari kedua performa saya menurun cukup signifikan,” kata Marquez, dikutip dari Motosan.es, Senin (26/1/2026). Ia memprediksi, hari pertama tes di Malaysia akan berjalan cukup positif. Namun, tantangan sesungguhnya justru datang pada hari-hari berikutnya, mengingat tingginya tuntutan fisik di lintasan Sepang. “Di Malaysia, hari pertama saya akan merasa sangat baik. Tapi tes di sana berat secara fisik untuk semua pebalap, dan yang paling sulit adalah menjaga kondisi dari hari pertama ke hari kedua. Bahkan latihan dua hari berturut-turut di gym saja, hari kedua saya tidak bisa tampil maksimal," kata Marquez. "Padahal, itu bisa saya lakukan tahun lalu. Tetapi sekarang kondisinya membaik, dan untuk mengendarai motor satu hari penuh, saya sudah kembali ke level normal,” lanjutnya. Marquez juga menegaskan, kondisi fisik menjadi faktor penentu utama bagi performanya di lintasan. “Dari cedera terakhir ini saya belajar, jika kondisi fisik saya baik, maka kecepatan pasti ada. Itu sebabnya saya tidak terlalu khawatir melewatkan tes Valencia atau balapan terakhir musim lalu, karena titik lemah saya memang ada pada fisik. Jika bagian ini terjaga, maka kecepatan akan mengikuti,” katanya. Pebalap BK8 Gresini Racing, Alex Marquez (kiri), mengendarai motor di depan pebalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, dalam ajang MotoGP Catalunya 2025 di Sirkuit Barcelona-Catalunya pada 7 September 2025 di Montmelo di pinggiran Barcelona. (Foto oleh Lluis GENE / AFP) Terkait perkembangan motor Ducati, Marquez mengaku tidak terlalu cemas meski tidak terlibat langsung dalam proses pengujian di Valencia. Menurut dia, tim akan memulai musim dengan basis motor 2025, lalu secara bertahap memasukkan sejumlah pembaruan teknis. “Kami akan memulai dari basis motor 2025, lalu menambahkan berbagai komponen baru. Tim menyampaikan daftar pengembangannya cukup banyak. Kami akan fokus pada aerodinamika agar motor lebih mudah diajak menikung, serta melakukan pengembangan pada mesin untuk sedikit meningkatkan kecepatan puncak,” kata Marquez. Ia juga menyebut, hasil evaluasi dari Alex Marquez dan Francesco Bagnaia pada tes Valencia menjadi modal penting bagi Ducati menatap musim depan. “Basis motornya sudah bagus. Alex dan Pecco juga memberikan masukan yang positif di Valencia. Kami akan melangkah maju untuk menjadi motor terbaik dan pabrikan terbaik musim depan,” ucap Marquez. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang