Salah satu kebiasaan buruk pengemudi di jalan tol, yaitu melaju pelan di lajur paling kanan atau biasa disebut lane hogger. Harus dipahami, lajur paling kanan di tol cuma untuk mendahului. Tapi ada saja pengemudi yang belum mengerti, dan memilih tetap di lajur tersebut dengan kecepatan pelan. Misal seperti yang diunggah akun @acronym.us di Instagram, ada pengemudi Toyota Yaris yang melaju pelan di lajur paling kanan tol. Ketika diingatkan lewat klakson oleh mobil di belakang, justru tidak terima dan malah berhenti dan turun dari kendaraan. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, saat menggunakan jalan tol harus bisa mengontrol emosi. Kalau tidak, maka bisa menyebabkan pertengkaran di jalan dan sebagainya. "Seperti ini, dia di sebelah kanan, jalannya pelan. Giliran di-klakson, enggak terima, turun, emosi, terus berantem. Itu yang tidak boleh terjadi," kata Ojo kepada Kompas.com, Selasa (6/1/2026). Ojo mengingatkan, sebagai pengguna jalan tol, harus menyesuaikan kecepatan dengan situasi. Kalau kondisi jalan sepi, laju kendaraan pelan, segera pindah ke lajur kiri, bukan tetap di kanan. "Yang sebelah kanan itu lajur untuk kecepatan kendaraan yang lebih cepat. Ketika kita lambat, lebih bagus ada di lajur yang lebih kiri, memberikan kesempatan kepada kendaraan yang akan mendahului," kata Ojo. Masih sering dijumpai pengemudi di tol yang tidak memberi ruang bagi kendaraan lain yang melaju lebih cepat di lajut paling kanan. Padahal, disiplin berlalu lintas, dibarengi dengan etika berkendara menjadi faktor penting dalam menjaga keselamatan, kelancaran arus, serta kenyamanan seluruh pengguna jalan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang