Aksi pungutan liar (pungli) kembali terjadi di kawasan Exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Tiga orang yang diduga pak ogah nekat menutup akses keluar tol menggunakan rantai besi demi meminta uang dari pengendara. Aksi tersebut terekam kamera warga dan diunggah oleh akun Dashcam Indonesia, memperlihatkan ketiga pak ogah menutup Exit Tol Lingkar Luar Barat arah Traffic Light Daan Mogot dengan rantai yang diikatkan pada barrier merah. Dalam rekaman tersebut, palang rantai baru dibuka setelah pengendara memberikan uang dengan nominal berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000. Sasaran pungli diketahui kendaraan besar, seperti truk barang, trailer, mobil pikap, hingga truk wing box. Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, praktik pungli tersebut bukan kali pertama terjadi dan kerap meresahkan pengemudi kendaraan besar. Pak ogah meminta maaf dan mengklarifikasi soal tudingan menutup akses pintu keluar Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat “Sering pak ogah nongkrong di situ. Targetnya memang mobil gede kayak truk, pikap, atau wing box. Mereka ada yang minta Rp10.000, Rp20.000, macam-macam,” kata warga di lokasi, Selasa (13/1/2026). Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani memastikan bahwa kasus tersebut sudah ditangani oleh kepolisian. “Sudah ditangani Polres Jakarta Barat. Mulai dari polseknya hingga satuan lalu lintas sudah diturunkan untuk menangani masalah tersebut,” ujar Ojo saat dikonfirmasi. Hal senada disampaikan Kabag Binops Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados. Ia menegaskan, para pelaku sudah diamankan dan masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan kejadian serupa. “Masalah ini sudah diamankan oleh Polres Jakarta Barat. Apabila masyarakat menemukan kembali kejadian serupa, silakan langsung menghubungi 110,” kata Robby. Robby menambahkan, layanan call center 110 saat ini sudah berjalan dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan gangguan keamanan maupun pelanggaran hukum di jalan raya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang