— Manajer tim Ducati MotoGP, Davide Tardozzi, timny telah melakukan segala upaya untuk membuat Francesco Bagnaia nyaman mengendarai Desmosedici GP25. Namun, hingga menjelang akhir musim 2025, performa sang juara dunia dua kali itu masih belum kembali ke posisi terbaiknya. Menjelang seri penutup di Valencia, posisi Bagnaia di klasemen terancam turun ke peringkat lima setelah hasil buruk di MotoGP Portugal. Francesco Bagnaia (Ducati) kembali naik ke peringkat ketiga di klasemen MotoGP usai kemenangan di Sprint Race MotoGP Malaysia 2025. Sprint Race MotoGP Malaysia 2025 digelar di Sirkuit Sepang, Sabtu (25/10/2025), siang WIB. Tardozzi mengatakan Ducati gagal mengembalikan rasa percaya diri Bagnaia. Ia menilai, masalah utamanya bukan pada kecepatan, tetapi pada “rasa percaya” pebalap terhadap motornya. “Kecepatan Bagnaia tidak pernah diragukan. Tapi memang ada rasa tidak percaya dengan motor yang membuat situasi jadi sulit,” kata Tardozzi dikutip dari Crash, Selasa (11/11/2025). “Kami sudah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mengembalikan kondisinya seperti tahun lalu, atau seperti saat balapan di Jepang," ujarnya. "Kami rasa sudah maksimal. Kalau masih ada yang kurang, kami harus duduk bersama untuk mencari tahu apa dan bagaimana solusinya,” kata Tardozzi. Francesco Bagnaia saat berlaga pada MotoGP Malaysia 2025 Kondisi ini menimbulkan ketegangan internal di Ducati, terutama karena Marc Marquez tampil dominan dan berpeluang merebut gelar dunia ketujuhnya tahun ini. Meski begitu, Bagnaia mengaku perasaannya terhadap motor mulai membaik, walau belum mampu tampil maksimal seperti harapan. Ia juga menegaskan bahwa motor Ducati masih yang terbaik di grid. “Saya tahu kemampuan saya dan kemampuan tim. Sayangnya, kami masih kehilangan sesuatu dan harus mencari solusi untuk masa depan. Cukup sulit dimengerti, tapi tim terus bekerja," kata Bagnaia. Francesco Bagnaia dan Marc Marquez di MotoGP Italia "Saya rasa akhir pekan ini kami sudah bekerja dengan baik, seperti di Sepang. Kami harus lanjut seperti ini, tapi tentu bukan hasil seperti ini yang kami mau. Kami ingin bertarung untuk kemenangan,” ujarnya. Bagnaia menambahkan, motor Ducati GP25 tetap unggul dalam segala aspek, hanya saja ia belum mampu memaksimalkan potensinya. “Tidak, saya pikir motor terbaik tetap Ducati, dari segi keandalan, pengendalian, hingga aerodinamika. Tapi tahun ini saya kesulitan memanfaatkan potensi motor itu sepenuhnya,” ucapnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.