Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi menimbulkan efek domino terhadap berbagai sektor ekonomi global, termasuk industri otomotif. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dikhawatirkan mengganggu jalur distribusi energi dunia serta memicu kenaikan biaya produksi kendaraan. Chief Operating Officer (COO) BAIC Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan industri otomotif tidak sepenuhnya kebal terhadap dampak konflik tersebut. Seorang pria memegang bendera Iran di tengah reruntuhan bangunan yang hancur setelah serangan udara di pusat Teheran pada Rabu (4/3/2026). Garda Revolusi Iran bahwa mereka telah menguasai sepenuhnya Selat Hormuz, jalur air utama untuk transit energi global, saat Israel melancarkan gelombang serangan baru ke ibu kota Iran. Pasalnya, produksi kendaraan masih sangat bergantung pada komponen impor, baik untuk kendaraan yang diimpor utuh maupun yang dirakit lokal. “Mau CBU atau CKD tetap ada komponen impor, jadi dampaknya sama saja,” ujar Dhani di Tangerang, Kamis (5/3/2026). “Yang kami khawatirkan adalah penutupan selat yang mengganggu jalur tanker minyak, sehingga harga BBM bisa naik dan memicu inflasi,” kata dia. Test drive BAIC BJ30 Hybrid Menurutnya, potensi gangguan terhadap jalur pengiriman minyak dunia menjadi faktor yang paling dikhawatirkan. Jika distribusi minyak terganggu, harga bahan bakar berpotensi melonjak dan memicu inflasi di banyak negara, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa menekan daya beli masyarakat terhadap kendaraan baru. “Selain itu, biaya pembelian mobil dari luar akan lebih tinggi karena pengaruh dolar AS. Namun, untuk saat ini kami akan menyerap kenaikan biaya tersebut dan tidak akan langsung melakukan penyesuaian harga, kecuali jika kondisinya sudah sangat parah atau bertahan lama,” ucap Dhani. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menjaga stabilitas harga di pasar domestik, sekaligus mempertahankan daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat di industri otomotif. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang