PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menggelar Supplier Convention 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi rantai pasok di tengah tekanan industri otomotif yang kian kompleks. Berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk, Senin (20/4/2026), acara ini menjadi forum konsolidasi antara pabrikan, pemasok, dan pemerintah untuk menjaga daya saing industri nasional. Situasi global yang dinamis, mulai dari pasar domestik yang cenderung stagnan, gejolak geopolitik, hingga percepatan elektrifikasi, membuat pelaku industri—termasuk supplier—dituntut lebih adaptif terhadap perubahan teknologi. Presiden Direktur PT TMMIN Nandi Julyanto dalam Public Annoucement, HEV Battery Deeper Localization TMMIN and CATL di Jakarta, Senin (20/4/2026) Lebih dari 500 perusahaan dari berbagai lapisan rantai pasok hadir dalam kegiatan ini, termasuk komunitas pemasok seperti Toyota Manufacturers Club (TMClub), Toyota Equipment and Facility Club (TEFC), serta Toyota Logistics Club (TLC). “Tantangan industri ke depan semakin kompleks, sehingga kolaborasi menjadi kunci. Untuk itu, kami terus memperkuat rantai pasok yang adaptif dan kompetitif melalui berbagai upaya,” ujar Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto. Fleksibilitas Teknologi Dalam forum tersebut, TMMIN menegaskan pendekatan multi-pathway sebagai strategi menghadapi transisi menuju netralitas karbon. Pendekatan ini mencakup pengembangan berbagai teknologi kendaraan, mulai dari hybrid electric vehicle (HEV), plug-in hybrid (PHEV), battery electric vehicle (BEV), hingga fuel cell electric vehicle (FCEV). Selain itu, ada pula pengembangan hybrid berbasis flexy fuel (FFV) dengan campuran bioetanol. Strategi tersebut dinilai relevan dengan karakter pasar Indonesia yang beragam, sekaligus menjaga keberlanjutan industri dalam jangka panjang. "Penguatan dilakukan melalui sinergi dengan pemerintah, pengembangan biofuel dan hidrogen, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan riset," kata Nandi. Sejarah Toyota di Indonesia Industri Padat Karya Industri otomotif masih menjadi salah satu penopang ekonomi nasional, terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja. Di dalam ekosistem Toyota Indonesia saja, sektor ini disebut melibatkan lebih dari 360.000 tenaga kerja dari hulu hingga hilir. Sejak berkembang pada 1970-an, industri otomotif nasional telah bertransformasi dari sekadar importir menjadi produsen kendaraan utuh, dengan tingkat kandungan lokal yang kini sudah melampaui 80 persen. Selain itu, kontribusi sektor ini juga tecermin dari penerimaan pajak, baik di tingkat pusat seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), maupun pajak daerah seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Kinerja ekspor juga terus menunjukkan tren positif, dengan total pengiriman kendaraan utuh mencapai sekitar 3 juta unit ke lebih dari 100 negara. Ekspor dan Elektrifikasi Penguatan rantai pasok dinilai krusial dalam mendukung transformasi menuju elektrifikasi, termasuk untuk menopang ekspor kendaraan ramah lingkungan. Beberapa model seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid disebut telah mencatatkan ekspor gabungan lebih dari 56.000 unit hingga kuartal pertama 2026. Toyota bZ4X “Industri otomotif memiliki kontribusi besar terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja nasional. Momentum ini perlu terus dijaga melalui kolaborasi erat antara industri dan pemerintah,” kata Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam. Saat ini, TMMIN bekerja sama dengan lebih dari 240 pemasok tier 1 serta sekitar 520 pemasok tier 2 dan tier 3, yang turut memperkuat struktur industri sekaligus menekan ketergantungan impor. Dengan basis rantai pasok yang telah dibangun selama lebih dari lima dekade, kolaborasi antara pelaku industri dan dukungan kebijakan pemerintah dinilai menjadi kunci agar industri otomotif nasional tetap kompetitif, baik di pasar domestik maupun global. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang