Indonesia masih menjadi pemimpin penjualan mobil di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN. Namun posisi tersebut kini mulai terancam seiring laju penjualan mobil di Malaysia yang merangkak naik dan semakin mendekati Indonesia. Berdasarkan data penjualan mobil di ASEAN tahun 2024, Indonesia mencatatkan penjualan sebesar 865.723 unit. Ilustrasi penjualan mobil di Hyundai Gowa Sedangkan Malaysia membukukan 816.747 unit, disusul Thailand dengan 562.954 unit. Meski masih memimpin, jarak penjualan Indonesia dan Malaysia kini semakin tipis. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena berpotensi menggeser posisi Indonesia sebagai pasar otomotif terbesar di kawasan. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa situasi tersebut sudah menjadi sinyal peringatan bagi industri otomotif nasional. “Saya mendengar laporan dari teman-teman Gaikindo bahwa penjualan otomotif di Malaysia itu mungkin sudah mendekati penjualan otomotif di Indonesia atau bahkan mungkin juga sudah melewati dan ini merupakan sebuah alarm bagi kita, bagi Indonesia,” ujar Agus saat pembukaan IIMS 2026, di Jakarta, Kamis (5/3/2026). Ilustrasi penjualan mobil di Hyundai Gowa Agus menilai, perlu ada langkah bersama agar Indonesia tidak kehilangan posisi strategisnya di kawasan. Menurutnya seluruh pemangku kepentingan harus duduk bersama untuk merumuskan strategi yang tepat. “Tentu saya ingin mengajak para stakeholders ini kita harus bisa mencari atau merumuskan langkah-langkah yang tepat, melakukan mitigasi agar kita bisa kembali menjadi negara yang memiliki penjualan otomotif kembali tertinggi di ASEAN,” kata dia. Lebih lanjut, Agus menekankan pentingnya kerja sama dan pembagian beban di antara seluruh pelaku industri, mulai dari pemerintah dan produsen. “Paling penting, yang saya ingin ajak stakeholders yaitu burden sharing. Kalau kita sudah bisa sama-sama memiliki visi, saya kira tantangan seberat apapun itu bisa kita selesaikan dengan baik sehingga apa yang diharapkan kita terhadap industri otomotif itu bisa tercapai,” ucapnya. Macet parah akibat banjir di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (22/1/2026) pagi Saat ini, industri otomotif nasional memang sedang menghadapi tantangan cukup berat. Sepanjang tahun 2025, penjualan mobil di Indonesia secara wholesales tercatat turun 7,2 persen menjadi sekitar 803.000 unit, dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 856.000 unit. Meski begitu, pemerintah tetap optimistis. Untuk 2026, penjualan mobil nasional diproyeksikan kembali meningkat ke level 850.000 unit, atau tumbuh sekitar 5,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data penjualan mobil di ASEAN pada 2024 1. Indonesia: 865.723 unit 2. Malaysia: 816.747 unit 3. Thailand: 562.954 unit 4. Filipina: 467.253 unit 5. Vietnam: 340.142 unit 6. Singapura: 52.828 unit KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang