Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat sejumlah isu yang dihadapi selama pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026. Ada beberapa catatan yang dijadikan bahan evaluasi dan perbaikan untuk pelaksanaan di tahun berikutnya. Dudy menjelaskan, secara keseluruhan moda transportasi umum, baik darat, kereta api, laut, maupun udara, berlangsung dengan baik dan terjadi peningkatan jumlah angkutan umum yang digunakan masyarakat. "Relatif tidak terdapat hal-hal yang menonjol dalam pelaksanaan arus mudik maupun balik," kata Dudy dalam keterangan resminya, Jumat (9/4/2026). Meski demikian, Dudy tidak menutup mata terhadap adanya titik-titik kepadatan, baik saat puncak arus mudik maupun balik Lebaran. Arus lalin di ruas tol Jakarta - Cikampek, tepatnya di titik pertemuan dengan tol layang Mohamed bin Zayed, Kamis (19/3/2026) pagi. Kepadatan terjadi di rest area Km 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek saat puncak arus mudik, Pelabuhan Gilimanuk, serta akses menuju Tol Sumatera. Terkait kondisi tersebut, Dudy mengatakan, sejumlah evaluasi telah dilakukan bersama Kementerian/Lembaga dan stakeholder terkait. "Kami sudah menyampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasa Marga untuk mengevaluasi rest area Km 57 maupun rest area lainnya, serta melakukan mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang," katanya. Sementara itu, untuk kepadatan di Gilimanuk yang sempat menimbulkan keluhan pemudik, Dudy mengakui kondisi tersebut terjadi selama dua hari pada masa arus mudik, namun terurai pada hari ketiga. Keterbatasan area buffer zone serta peningkatan signifikan jumlah kendaraan, termasuk kendaraan besar, menjadi penyebab kepadatan di pelabuhan. Arus lalu lintas di Km 46 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek pada Kamis (19/3/2026) pagi. “Pada saat itu kami melakukan penanganan dengan memanfaatkan buffer zone dan mempercepat penyeberangan kendaraan besar. Kami juga memprioritaskan kendaraan roda dua untuk didahulukan menyeberang,” ucapnya. Meski secara keseluruhan pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 berjalan baik, perbaikan akan terus dilakukan dengan melibatkan seluruh stakeholder yang terkait dalam penanganan arus mudik dan balik Lebaran. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang