Overheat atau panas berlebih pada mesin menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi para pemilik mobil. Apabila tidak ditangani dengan cepat, masalah ini bisa merembet ke kerusakan komponen internal mesin yang memakan biaya perbaikan hingga jutaan rupiah. Hal tersebut dialami oleh salah satu unit Suzuki Ertiga yang sedang ditangani di Bengkel Kafka yang berlokasi di kawasan Cifor, Bogor. Mobil tersebut harus menjalani prosedur turun mesin setengah (top overhaul) akibat dipaksa jalan saat mengalami overheat. Suzuki Ertiga yang turun mesin karena overheat Memaksa Mobil Saat Overheat Pemilik Bengkel Kafka Kamal, menjelaskan bahwa kasus pada Suzuki Ertiga tersebut berawal dari saluran radiator yang mampet sehingga memicu gejala overheat berulang. “Awalnya radiator mampet. Sudah sempat ada gejala overheat beberapa kali sebelumnya, cuma masih terselamatkan walaupun anggaplah sudah ada bocor kompresi tapi belum parah,” ujar Kamal kepada Kompas.com, Kamis (17/9/2026). Namun, karena pengemudi disinyalir tetap memaksakan mobil berjalan dalam kondisi mesin sangat panas dan kehabisan air, suhu ekstrem tersebut membuat komponen cylinder head menjadi melengkung. “Otomatis mesin melengkung cylinder head-nya. Jadi pas piston menonjok (ke atas), tekanan tinggi lewat ke jalur air dan terdorong keluar ke radiator. Makanya air mendidih dan habis terus,” kata Kamal. Akibat kerusakan cylinder head yang memicu kebocoran kompresi ini, pemilik kendaraan terpaksa merogoh kocek hingga Rp 6 jutaan untuk biaya perbaikan. Indikator Jarum Temperatur Untuk mencegah kerusakan parah yang memakan biaya besar, pengemudi dituntut peka terhadap indikator suhu mesin di cluster meter. Kamal menyebutkan bahwa suhu operasional normal mobil seperti Ertiga biasanya berada tepat di posisi tengah indikator. Ilustrasi mobil overheat. “Di saat dia di tengah pas naik sedikit saja, langsung berhenti. Sedikit saja naik, langsung berhenti. Perhatikan dulu, dia naik lagi enggak? Benar-benar dilihatin terus, mau 10 menit dipelototin instrumennya,” kata Kamal. Jika jarum temperatur terus merambat naik secara perlahan, langkah terbaik adalah tidak berspekulasi dan segera mematikan mesin kendaraan. “Ternyata dia merambat naik sedikit-sedikit, langsung matiin mesin. Mau di tengah jalan lagi macet, kalau mau mesin selamat, matiin. Karena kata-kata ‘tanggung sedikit lagi’ itu yang akan mencelakakan. Jutaan urusannya,” ucapnya. Ilustrasi mesin mobil overheating Langkah Pengecekan Saat Mesin Dingin Setelah mematikan mesin, pengemudi diminta untuk bersabar dan tidak langsung membuka tutup radiator saat kondisi mesin masih panas karena sangat berbahaya. “Tunggu dingin, baru buka kap mesinnya. Setelah dingin, kita cek dulu airnya. Kalau airnya masih ada, tutup lagi, nyalakan mesin dan nyalakan AC. Kipas kan harusnya nyala. Kalau kipas enggak nyala, berarti masalahnya dari kipas mati,” ucap Kamal. Namun, jika saat dibuka kondisi air radiator sudah kosong, perlu dilakukan inspeksi lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya, apakah sekadar kebocoran selang atau sudah terjadi kebocoran kompresi akibat cylinder head yang melengkung. “Jadi kalau mau menyelamatkan mesin, begitu suhu naik tidak seperti biasanya, matiin. No matter what, matiin,” kata dia.