Penggunaan bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi mesin menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal. Sebaliknya, penggunaan BBM dengan angka oktan yang tidak sesuai dapat memicu berbagai masalah, mulai dari tenaga mesin menurun, konsumsi bahan bakar lebih boros, hingga berpotensi mempercepat kerusakan komponen mesin. Perfoma Mesin Muchlis, pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi Garasi Auto Service Sukoharjo, mengatakan salah satu tanda yang paling sering dirasakan saat menggunakan BBM yang tidak sesuai adalah performa mesin yang terasa kurang bertenaga atau ngempos ketika berakselerasi. “Waktu pengapian yang tidak tepat akan membuat performa mobil menurun, selain itu muncul bunyi ngelitik atau knocking saat mesin bekerja,” ucap Muchlis kepada Kompas.com, baru-baru ini. Antrean kendaraan yang sedang isi BBM Pertalite di SPBU Pajajaran 34.16102 Menurut Muchlis, kondisi tersebut umumnya terjadi ketika mesin yang membutuhkan BBM dengan angka oktan tinggi justru diisi bahan bakar beroktan lebih rendah. Suara Ngelitik Akibatnya, proses pembakaran terjadi terlalu cepat sehingga memunculkan gejala knocking atau ngelitik. Knocking memang tidak selalu langsung menyebabkan kerusakan. Namun, jika dibiarkan dalam waktu lama, getaran akibat pembakaran yang tidak normal dapat mempercepat keausan komponen mesin, terutama pada bagian piston. Selain itu, penggunaan BBM yang tidak sesuai juga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama. “Tak terasa konsumsi BBM meningkat, hal ini bisa diperhatikan di layar informasi (MID) terkait rata-rata konsumsi BBM, hitungan berapa kilometer per liternya,” ucap Muchlis. Tak hanya lebih boros, mesin juga cenderung terasa lebih kasar dan menghasilkan getaran yang lebih besar dibandingkan kondisi normal. Hal tersebut menjadi indikasi bahwa proses pembakaran berlangsung tidak efisien. Dari sisi emisi, penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi mesin juga dapat menyebabkan asap knalpot menjadi lebih pekat dan berbau menyengat akibat pembakaran yang tidak sempurna. “Kondisi ini juga bisa memicu lampu indikator check engine menyala karena sensor mendeteksi ketidaksesuaian sistem pembakaran,” ucap Muchlis. Maka dari itu, sebelum mengisi bahan bakar, pastikan memilih BBM dengan angka oktan yang sesuai kebutuhan mesin agar terhindar dari gejala knocking, mesin ngempos, konsumsi BBM boros, hingga risiko kerusakan komponen.