Memasuki akhir tahun 2025, curah hujan mulai meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi jalan yang licin dan genangan air membuat risiko mobil kehilangan kendali ikut naik. Video dashcam yang beredar di media sosial pun kian sering memperlihatkan mobil melintir atau terguling di jalan raya. Menurut Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, fenomena ini bukan sekadar apes atau musibah semata. Ada faktor teknis dan perilaku berkendara yang memicunya. Posisi berkendara Hyundai Creta “Salah satu penyebab utama adalah posisi duduk yang salah dan keterampilan tangan yang kurang saat mengendalikan setir,” ujar Sony, kepada Kompas.com (13/11/2025). Pada kondisi hujan, kontrol setir yang buruk semakin berbahaya karena permukaan jalan kehilangan banyak traksi. Selain faktor pengemudi, kondisi ban menjadi penyebab teknis terbesar. Di musim hujan, ban botak jelas meningkatkan risiko melintir karena tidak mampu mencengkeram jalan dengan optimal. Gejala Aquaplanning kerap terjadi di jalan, meskipun banyak pengemudi yang tidak menyadarinya. Ban dengan arah rotasi yang salah juga bisa gagal membuang air, sehingga mobil lebih mudah mengalami aquaplaning. Tekanan angin yang tidak sesuai tidak kalah berbahaya. “Kalau tekanan kurang, bagian tengah ban bisa menciptakan ruang kosong yang mengurangi daya cengkeram,” ucap Sony. Gaya berkendara saat hujan pun perlu lebih hati-hati. Pengemudi yang terbiasa agresif, melakukan stop-and-go kasar, atau bermanuver mendadak, membuat mobil cepat kehilangan stabilitas. Ilustrasi sokbreker mobil Di samping itu, suspensi adalah faktor yang kerap diabaikan. Ketika suspensi rusak, banyak orang hanya mengganti satu sisi. Padahal, penggantian harus dilakukan berpasangan agar distribusi beban tetap seimbang. Begitu pula dengan ban, jika satu botak, maka lebih baik ganti dua sekaligus. Jika tidak, maka ban baru wajib dipasang di belakang untuk menjaga stabilitas saat jalan licin. Ketidakseimbangan kondisi ban kiri dan kanan dapat memengaruhi spooring atau arah ban. Pada musim hujan, perbedaan ini membuat salah satu ban lebih cepat kehilangan grip. Akibatnya, peluang selip dan spin meningkat, terutama ketika melewati genangan atau saat melakukan koreksi arah mendadak. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.