Sistem pencahayaan pada mobil seperti headlamp dan lampu sein, dirancang tak sekadar sebagai penunjang visibilitas atau syarat saja, melainkan menjadi sarana komunikasi antar pengguna jalan. Mohan Kurniawan, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cabang Surabaya mengatakan, pemahaman terhadap fungsi headlamp, indikator, dan signaling sangat penting untuk mendukung keselamatan berkendara. "Butuh pemahaman terhadap fungsi masing-masing lampu, karena kerap diabaikan oleh pengemudi. Apalagi bagi pemilik kendaraan yang salah kaprah dalam memodifikasi lampu, seperti mengganti lampu sein atau lampu rem dengan bohlam berwarna putih cerah," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026). Menurutnya, memodifikasi lampu dengan warna yang tidak sesuai regulasi tidak hanya membahayakan pengemudi lain karena membingungkan, tetapi juga menimbulkan silau. Ilustrasi modifikasi lampu depan atau headlamp kendaraan Perlu dipahami, lampu utama di bagian depan kendaraan berperan menerangi jalan, terutama saat kondisi minim cahaya seperti malam hari atau cuaca buruk. Lampu mobil terdiri dari low beam yang digunakan dalam kondisi lalu lintas normal, serta high beam untuk membantu visibilitas di jalan gelap dengan jarak pencahayaan yang lebih jauh tanpa kendaraan dari arah berlawanan. Sementara itu, indikator seperti lampu sein berperan sebagai penanda arah kendaraan. Oleh karena itu, penggunaan lampu sein yang tepat saat berbelok, berpindah jalur, atau menyalip menjadi bentuk komunikasi visual yang penting bagi pengguna jalan lain. Tak hanya itu, signaling yang mencakup seluruh sistem lampu juga berfungsi sebagai alat komunikasi kendaraan. Menurut Mohan, signaling meliputi lampu rem (brake lamp) sebagai tanda kendaraan melambat atau berhenti, lampu hazard dalam kondisi darurat, serta lampu mundur yang menandakan kendaraan akan bergerak ke arah belakang. "Setiap lampu memiliki peran yang berbeda, tidak hanya untuk membantu pengemudi melihat, tetapi juga untuk memberikan informasi kepada pengguna jalan lain. Penggunaan lampu yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko di jalan," ujarnya. Pemeriksaan lampu Agar meminimalkan kesalahan, lanjut Mohan, pemeriksaan sistem penerangan sebaiknya dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh lampu berfungsi optimal. Selain itu, pastikan lampu menyala dengan baik, tidak redup, serta kondisi mika tetap jernih. Pemeriksaan sederhana ini penting untuk menjaga visibilitas dan keselamatan selama berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang