Pemerintah terus mematangkan program mobil nasional (Mobnas) dan motor listrik nasional (Molinas) yang menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian industri kendaraan di Indonesia. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan kendaraan buatan dalam negeri, tetapi juga mendorong pemerataan ekonomi, memperkuat industri nasional, serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Setia Diarta mengatakan, Kemenperin telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mendukung pengembangan kendaraan rendah emisi sejak beberapa tahun terakhir. Spesifikasi mobil Pindad Maung MV3 Garuda Limousine dipakai Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat pelantikan, Minggu (20/10/2024). “Kementerian Perindustrian saat ini posisinya tidak hanya fast response untuk regulator, Ibu Bapak, tapi antisipasi kebijakan sudah kami lakukan sejak 2019 terkait dengan pengembangan kendaraan bermotor listrik sejak Perpres 55 diterbitkan,” ujar Setia, dalam rapat dengar pendapat Panja Komisi VII DPR RI yang disiarkan daring, Rabu (9/9/2026). Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan regulasi yang dibuat pemerintah dapat mengikuti perkembangan teknologi kendaraan. “Yang kita siapkan adalah malah kebijakan yang sifatnya lebih mengantisipasi teknologi yang akan berkembang untuk di kendaraan yang menentukan low emission,” kata dia. Pindad Maung 4x4 Bukan Sekadar Proyek Kendaraan Setia menjelaskan, ketika kebijakan kendaraan listrik mulai disiapkan pada 2019, pemerintah belum memiliki inisiasi khusus mengenai Mobnas maupun Molinas. Namun, program tersebut kini menjadi bagian dari cita-cita pemerintah untuk membangun kedaulatan industri otomotif nasional. “Tujuan kita pasti pada saat memberikan, semangatnya untuk target dari motor listrik dan mobil nasional ini, pemerintah ingin mendorong adanya pemerataan ekonomi, kedaulatan terhadap industri mobil dan motor,” ucap Setia. “Dan juga terhadap kedaulatan strategis bahwasanya Indonesia itu tidak hanya sebagai produsen atau sebagai market untuk motor listrik ataupun mobil listrik nasional,” katanya. Presiden Prabowo Subianto saat acara pluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) pada Kamis (13/8/2026). Untuk memastikan proyek tersebut memiliki jalur implementasi yang jelas, pemerintah juga telah menunjuk PT Len Industri dan PT Pindad sebagai offtaker melalui Sekretariat Negara. “Pemerintah lewat Sekneg sudah ditunjuk Len dan Pindad sebagai offtaker, dan ini akan menyesuaikan nanti terhadap apa yang sudah ada kebijakan yang diterbitkan atau dikeluarkan terkait baik itu investasi, terkait TKDN, maupun terkait insentif lainnya yang akan diberikan. Ini adalah bagian dari regulator yang dilakukan oleh Kemenperin,” kata Setia. Peluncuran program Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh Presiden RI Prabowo Subianto Kemenperin Jadi Pengawal Program Keterlibatan Kemenperin menjadi penting karena keberhasilan Mobnas dan Molinas tidak hanya bergantung pada kemampuan memproduksi kendaraan. Pemerintah juga perlu memastikan ekosistem industri, investasi, tingkat komponen dalam negeri (TKDN), hingga skema insentif dapat mendukung keberlanjutan proyek. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah ingin program Mobnas dan Molinas tidak berhenti pada tahap pengembangan atau sekadar menjadi proyek jangka pendek. Motor trail listrik, E-Tactical, buatan PT LEN Industri, dipamerkan di IEMS 2021 Penunjukan Len dan Pindad sebagai offtaker diharapkan memberikan kepastian terhadap kebutuhan produk, sementara Kemenperin menyiapkan sisi regulasi dan industrinya. Langkah ini sekaligus menjadi pembelajaran agar proyek kendaraan nasional tidak kembali menghadapi persoalan keberlanjutan seperti yang pernah terjadi pada Esemka. “Jadi itu kenapa nanti ketika diberi tanggung jawab, mereka (PT Pindad dan PT Len Industri) juga berkomitmen penuh untuk menyampaikan dan mengikuti kebijakan yang sudah ada,” kata Setia. Foto stok: Mobil listrik Esemka Bima EV Pemerintah kini berupaya membangun fondasi dari sisi regulasi, investasi, TKDN, insentif, hingga ekosistem industri sebelum program berjalan lebih jauh. Dengan demikian, Mobnas dan Molinas diharapkan bukan hanya menghasilkan kendaraan berlabel nasional, tetapi juga menciptakan kemampuan industri yang dapat bertahan dalam jangka panjang dan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan.