Maung MV3 Garuda Limousine Rencana pemerintah melahirkan mobil nasional (mobnas) kembali menghangat setelah Kementerian Perindustrian menegaskan percepatan persiapan proyek ini. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut bahwa Kemenperin dan PT Pindad (Persero) sudah membahas teknis dan konsep mobnas secara rinci, mulai dari jenis kendaraan, strategi harga, layanan purna jual, hingga kesiapan teknologi dan pembiayaannya. Presiden Prabowo Subianto pun memberikan arahan agar Indonesia segera memiliki kendaraan nasional yang diproduksi penuh di dalam negeri. Dalam diskusi dua instansi itu juga menyentuh konsep transfer teknologi dan potensi kehadiran mitra tambahan demi memperkuat kemampuan produksi serta pendanaan.Dengan reputasi Pindad sebagai produsen alat pertahanan dan keamanan terbesar di Indonesia, rekam jejak perusahaan ini menjadi sorotan utama. Lantas apa saja kendaraan yang telah diproduksi Pindad? Ini hasil rangkuman VIVA Otomotif dari laman resmi perusahaan, Jumat 14 November 2025. Belasan Panser Anoa Berjaga Jelang Pelantikan Presiden di DPR Portofolio Pindad selama ini menunjukkan kapasitas teknis yang solid. Salah satu produk yang paling dikenal adalah Maung MV1 4x4, kendaraan taktis ultraringan untuk empat personel. Dengan bobot kombat tiga ton, tenaga 184 HP, transmisi otomatis, dan jelajah 600 km. Maung membuktikan kemampuan engineering Pindad dalam merancang kendaraan tangguh di medan ekstrem. Tidak sedikit yang menilai, platform seperti ini bisa menjadi embrio bagi pengembangan kendaraan taktis sipil, sebuah peluang yang relevan dalam konteks mobnas. Di kelas lapis baja, Pindad memiliki Harimau APC dan Harimau Medium Tank, dua kendaraan tracked yang dibekali perlindungan STANAG Level III dan mesin 711 HP. APC digunakan untuk angkut pasukan, sedangkan Medium Tank mengusung meriam 105 mm untuk operasi serangan langsung. Harimau Medium Tank buatan PT Pindad yang telah dipesan Filipina.Keduanya menjadi bukti bahwa Pindad mampu melakukan integrasi sistem senjata, proteksi balistik, dan desain heavy-duty yang kompleks, kemampuan ini berpotensi ditranslasi ke standar keselamatan tinggi pada kendaraan sipil masa depan.Lini Anoa 2 menjadi ikon Pindad yang paling lengkap. Platform 6x6 ini hadir dalam berbagai varian: APC, Amphibious, Command and Control, Ambulance, Mortar Launcher, Recovery, Ammunition Carrier, hingga Fuel Carrier. Semua dibekali tenaga 320 HP, proteksi STANAG Level I (upgradeable), jelajah 600 km, dan konstruksi modular.Keberhasilan Anoa menjadi armada berbagai negara menandakan kemampuan Pindad dalam produksi massal, manajemen kualitas, dan layanan purna jual, persis aspek yang kini dibahas dalam roadmap mobnas.Di kelas kendaraan taktis ringan, Pindad mengandalkan Komodo 4x4, yang hadir dalam varian Reconnaissance dan Missile Launcher. Varian pengintai membawa empat personel dengan opsi RCWS, sementara varian peluncur rudal digunakan untuk misi pertahanan udara jarak pendek.Ada pula Badak 6x6 Cannon 90 mm untuk dukungan tembakan dan Water Cannon berkapasitas 5.000 liter yang dipakai aparat dalam misi keamanan dalam negeri.Di puncak portofolio kendaraan daratnya, Pindad memperkenalkan MV3 Garuda Limousine, kendaraan VVIP berlapis armor yang dirancang khusus untuk Presiden dan Wakil Presiden RI.Dengan proteksi B5/B6, kaca antipeluru, run flat tyre, interior premium dengan captain seat elektrik, smart TV, hingga wood finish accent, Garuda menunjukkan bahwa Pindad tak hanya piawai membuat kendaraan tempur, tetapi juga kendaraan mewah berstandar tinggi.Deretan produk ini menjadi modal strategis dalam proyek mobnas. Pengalaman Pindad mengembangkan kendaraan dari nol mulai struktur, powertrain, proteksi, hingga produksi massal memberikan fondasi kuat untuk menciptakan mobil nasional yang benar-benar “buatan Indonesia”.