JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi warga di wilayah Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi kini tidak perlu lagi membawa Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) saat membayar pajak kendaraan bermotor (PKB). Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lewat akun Tiktok dan Instagram resminya, Selasa (3/3/2026). Penyederhanaan layanan Samsat ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat membayar pajak. Dedi mengatakan, masyarakat yang sebelumnya diwajibkan membawa dokumen tersebut kini bisa langsung mengakses pelayanan pembayaran pajak kendaraan tanpa BPKB asli maupun fotokopi. “Bagi warga Jawa Barat yang berada di wilayah Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, yang selama ini kalau bayar pajak kendaraan harus bawa BPKB, saya katakan mulai hari ini tidak usah lagi membawa BPKB asli maupun fotokopi dan bisa langsung dilakukan pelayanan,” kata Dedi dikutip dari unggahannya, Selasa (3/3/2026). Ia mendorong masyarakat memanfaatkan layanan digital atau SIGNAL untuk mempermudah proses administrasi. Jadi tidak usah ke Samsat untuk melakukan pembayaran pajak. Menurut Dedi, kemudahan layanan ini diharapkan semakin meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga Jawa Barat yang konsisten memenuhi kewajiban pajaknya. “Terima kasih seluruh warga Jawa Barat yang terus rajin bayar pajaknya dan mengalami peningkatan pendapatan di Provinsi Jawa Barat,” ucapnya. Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mengembalikan hasil pajak kendaraan untuk pembangunan infrastruktur daerah. Sebut saja dari jalan provinsi, jalan kabupaten/kota, dan jalan desa. Kasatlantas Polda Metro Depok AKBP Joko Sembodo mengatakan, untuk warga Depok yang mau membayar pajak kendaraan, tidak perlu lagi membawa BPKB, baik asli maupun fotokopi. “Benar itu (kata Gubernur Jawa Barat), valid (tidak usah bawa BPKB) saat mau bayar pajak kendaraan,” ucap Joko kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026). Sehingga untuk masyarakat Depok dan Bekasi diharapkan semakin rajin membayar pajak akibat kemudahan tersebut. Mengingat akhirnya apa yang dibayarkan akan kembali lagi dalam bentuk pemeliharaan fasilitas jalan dan infrastruktur. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang