Banyak pemilik mobil melakukan modifikasi atau penambahan aksesori tanpa memperhatikan kapasitas aki yang digunakan. Namun tanpa disadari peningkatan kebutuhan listrik pada kendaraan seharusnya diikuti dengan spesifikasi aki yang sesuai agar sistem kelistrikan tetap bekerja optimal. Adrian Tay, Direktur PT HTG Indonesia Distribusi, selaku partnership PT Ecobatt Indo Lestari menyampaikan bahwa perkembangan VARTA di Indonesia,, mengatakan setiap kendaraan sebenarnya sudah memiliki spesifikasi aki bawaan sesuai kebutuhan standar dari pabrikan. Namun, kondisi bisa berubah ketika pemilik kendaraan mulai melakukan upgrade perangkat elektronik atau menambah fitur dengan konsumsi daya lebih besar. “Kalau kebutuhan listriknya lebih rumit, seperti start-stop vehicle, itu butuhnya EFB,” ujar Adrian Tay kepada Kompas.com, Minggu (24/5/2026). EFB sendiri merupakan singkatan dari Enhanced Flooded Battery, yakni aki yang dirancang untuk kendaraan dengan sistem start-stop karena lebih tahan terhadap proses charge dan discharge berulang. Menurut Adrian, kebutuhan aki sangat bergantung pada tingkat konsumsi listrik kendaraan. Untuk mobil standar dengan kebutuhan kelistrikan biasa, aki tipe SLI (Starting, Lighting, Ignition) umumnya sudah mencukupi. Varta, merek aki global asal Jerman, kini hadir di Indonesia dengan kualitas tinggi dan layanan purna jual modern. Namun, ketika kendaraan memiliki fitur lebih kompleks, seperti sistem start-stop, audio berdaya besar, power seat, hingga berbagai perangkat elektronik tambahan, maka diperlukan aki dengan kemampuan lebih tinggi. “Kalau lebih canggih lagi, ya butuhnya AGM,” katanya. AGM atau Absorbent Glass Mat merupakan teknologi aki untuk kendaraan dengan kebutuhan listrik tinggi. Jenis aki ini umum digunakan pada mobil modern dengan fitur elektronik lebih kompleks karena lebih stabil dan tahan terhadap siklus charge dan discharge berulang. Ia mengatakan, pemilik kendaraan tidak bisa sembarangan memilih aki hanya berdasarkan ukuran fisik atau harga. Kapasitas dan teknologi aki harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan serta kebutuhan listrik tambahan. “Untuk kapasitas, kami menyarankan untuk mengikuti rekomendasi dari pabrikan mobil,” ujarnya. Selain menjaga suplai daya tetap stabil, penggunaan aki yang sesuai juga membantu menjaga performa kendaraan dalam jangka panjang. Sistem kelistrikan yang bekerja terlalu berat dengan kapasitas aki yang tidak memadai berpotensi membuat aki lebih cepat soak. Adrian juga menjelaskan, teknologi pada masing-masing jenis aki memiliki karakter berbeda. Aki EFB atau Enhanced Flooded Battery, misalnya, memiliki daya tahan lebih baik untuk kendaraan yang sering mengalami proses starter berulang. Sementara AGM menggunakan teknologi berbeda dibanding aki konvensional karena bagian dalamnya tidak lagi menggunakan cairan bebas. “AGM itu teknologinya beda, di dalam benar-benar tidak ada cairan,” kata Adrian. Karena itu, ia menilai upgrade aki bisa menjadi langkah penting, terutama bagi pemilik kendaraan yang sudah melakukan peningkatan fitur kelistrikan atau sering menggunakan mobil dalam kondisi lalu lintas padat dan cuaca panas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang