Ilustrasi kamera tilang canggih Perkembangan teknologi kembali mengubah wajah penegakan hukum di jalan raya. Kini, kehadiran kamera tilang elektronik generasi terbaru membuat para pengemudi semakin sulit mengelak dari pelanggaran yang mereka lakukan. Sebuah inovasi baru dalam penegakan aturan lalu lintas tengah diterapkan di negara bagian Colorado, Amerika Serikat. Berbeda dari kamera tilang konvensional, sistem terbaru ini membuat pengemudi semakin sulit menghindari denda, bahkan bagi mereka yang biasanya mengandalkan aplikasi navigasi atau radar detector. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ilustrasi kamera ETLE Alih-alih mengukur kecepatan kendaraan secara instan di satu titik, kamera ini bekerja dengan metode penghitungan kecepatan rata-rata. Sistem tersebut merekam kendaraan di beberapa titik sepanjang ruas jalan, lalu menghitung waktu tempuh untuk menentukan apakah pengemudi melanggar batas kecepatan.Teknologi ini telah diterapkan di jalur Interstate 25, tepatnya di antara Mead dan Berthoud, yang merupakan area proyek konstruksi dengan risiko kecelakaan tinggi. Pengemudi yang melaju rata-rata lebih dari 10 mph di atas batas kecepatan akan otomatis dikenai denda sebesar 75 dolar AS.Menariknya, sistem ini tidak peduli apakah pengemudi sempat memperlambat kendaraan di dekat kamera. Selama kecepatan rata-rata tetap tinggi di sepanjang jalur yang dipantau, pelanggaran tetap tercatat. Inilah yang membuatnya jauh lebih sulit “dikelabui” dibanding kamera biasa.Selain itu, denda dikirim langsung ke pemilik kendaraan melalui pos, tanpa harus menghentikan pengemudi di tempat. Karena kamera hanya mengidentifikasi kendaraan melalui pelat nomor, pelanggaran ini tidak menambah poin pada SIM, tetapi tetap wajib dibayar atau diajukan banding dalam waktu tertentu.Pihak Departemen Transportasi Colorado (CDOT) menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan untuk menghukum, melainkan meningkatkan keselamatan. Data awal menunjukkan hasil signifikan: tingkat pelanggaran kecepatan di area tersebut turun hingga sekitar 90 persen sejak masa uji coba dimulai.Meski demikian, sistem ini juga menuai perhatian karena dianggap lebih sulit diantisipasi, bahkan oleh pengguna aplikasi seperti Waze. Banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa mereka sedang berada dalam zona pengawasan sepanjang beberapa kilometer, bukan hanya di satu titik kamera. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Kamera tilangDengan efektivitas yang terbukti, teknologi kamera kecepatan rata-rata ini diperkirakan akan diperluas ke area lain, termasuk zona sekolah dan jalan berisiko tinggi. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin metode serupa akan diadopsi lebih luas di berbagai negara sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.