— Salah satu keuntungan motor konversi disebut dari sisi ketersediaan suku cadang. Sebab, sejumlah komponen nonkelistrikan masih menggunakan bagian dari motor bensin yang sudah banyak beredar di Indonesia. Pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, Abdullah, mengatakan, penggunaan basis motor konvensional menjadi salah satu keuntungan motor konversi. "Motor Jepang yang kita pakai kan seperti itu. Motor-motor Jepang di Indonesia punya ketersediaan spare part yang melimpah. Mulai dari body part sampai perintilan yang sulit dicari sekalipun," kata Abdul panggilannya kepada Kompas.com, belum lama ini. Motor konversi milik Ibeng, dari Vario 125 jadi listrik Suku Cadang Menurut Abdul, jaringan suku cadang motor Jepang yang sudah terbentuk selama puluhan tahun membuat komponen nonkelistrikan pada motor konversi relatif lebih mudah ditemukan. Hal ini menjadi keuntungan ketika motor mengalami kerusakan pada bagian yang bukan berasal dari sistem penggerak listrik. Abdul mengatakan, kondisi tersebut masih menjadi pembeda antara motor konversi dan sejumlah motor listrik yang menggunakan komponen khusus. "Kalau di motor listrik, komponen yang susah dicari bisa sampai satu bulan," kata Abdul. Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Jakarta Motor Jepang Sementara itu, komponen untuk motor berbasis merek Jepang, dinilai lebih mudah ditemukan karena model dan komponennya sudah lama digunakan di Indonesia. "Tapi kalau di motor-motor Jepang, seperti Honda, Yamaha, Kawasaki, dan lain-lain, sesulit apa pun biasanya paling lama seminggu sudah ketemu suku cadangnya," kata Abdul. Dengan demikian, kemudahan mendapatkan suku cadang menjadi salah satu pertimbangan yang bisa diperhatikan calon pengguna motor konversi. Terlebih, komponen seperti bodi dan bagian mekanis tetap mengandalkan basis motor sebelum dikonversi menjadi kendaraan listrik.