Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai pemulihan industri otomotif nasional masih belum cukup kuat untuk menopang pertumbuhan jangka panjang. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor otomotif masih dihadapkan pada berbagai tantangan struktural yang perlu diselesaikan secara bersama. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di IIMS 2026 “Reborn industri otomotif belum sepenuhnya kokoh. Masih banyak tantangan yang harus kita cari jalan keluarnya bersama,” ujar Agus dalam sambutan peresmian IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Ia menyebutkan, tantangan tersebut mencakup pembiayaan, dinamika ekonomi global, serta rantai pasok industri otomotif. Pemerintah memproyeksikan penjualan kendaraan nasional pada 2026 mencapai sekitar 850.000 unit. Angka ini naik sekitar 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kapasitas produksi nasional yang mencapai 2,5 juta unit per tahun, Agus berharap target tersebut dapat tercapai, bahkan melampaui proyeksi awal. “Kita berharap ini angka konservatif dan bisa tercapai,” kata Agus. Dealing room BYD di IIMS 2025 Meski demikian, target tersebut dinilai masih belum cukup kuat untuk mengembalikan pasar otomotif ke level sebelum pandemi, ketika penjualan mampu menembus 1 juta unit per tahun. Diketahui, total penjualan wholesales untuk kendaraan roda empat atau lebih nasional selama 2025 turun 7,2 persen, sementara penjualan ritel melambat 6,3 persen. Pelemahan Permintaan "Artinya pelemahan tidak hanya terjadi pada sisi distribusi tapi juga permintaan," kata Agus. Ke depan, pemerintah menilai penguatan pembiayaan, stabilitas rantai pasok, serta adaptasi terhadap elektrifikasi menjadi kunci pemulihan industri otomotif nasional. "Banyak tantangan yang harus kita cari jalan keluarnya bersama, seperti pembiayaan, dinamika global, sampai rantai pasok dari supply chain," ucap Agus. "Saya harap IIMS 2026 kembali menjadi katalis pertumbuhan dan penguatan industri otomotif nasional," ucap dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang