Omoway bersiap masuk pasar Indonesia dengan membawa sepeda motor listrik model pertamanya, Omoway Omo-X. Motor listrik bergaya futuristis ini tidak hanya mengandalkan desain unik, tetapi juga dibekali berbagai teknologi canggih yang biasanya ditemukan pada mobil modern. Sebelum resmi meluncur, saya mendapat kesempatan menjajal singkat Omo-X versi standar. Unit yang dicoba masih berstatus Prototype II, tetapi wujud dan spesifikasinya disebut sudah sangat dekat dengan versi produksi massal. Omoway Omo-X Desain Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian ialah desainnya. Omo-X tampil berbeda dibandingkan motor listrik pada umumnya karena mengusung garis bodi tegas dan tajam. Desainnya seolah menggabungkan konsep skuter modern dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Bagian depannya dibuat agresif dengan lampu LED horizontal memanjang yang memberi kesan seperti kendaraan dalam film fiksi ilmiah. Kesan futuristis semakin kuat berkat penggunaan bodi tertutup dengan desain aerodinamis. Omoway Omo-X Fitur Fitur pada motor listrik ini memakai komponen yang lazim ditemukan pada mobil premium atau motor performa tinggi. Masuk ke area kokpit, nuansa modern langsung terasa. Terdapat layar pintar HALO berukuran 10,25 inci yang mengintegrasikan navigasi, kontrol musik, hingga pengaturan Intelligent Kickstand. Sistem audionya juga tergolong unik untuk ukuran sepeda motor karena menggunakan dual-channel Bluetooth speaker garapan PSG Audio. Fitur keselamatannya pun cukup lengkap. OMO-X sudah dibekali dual-channel ABS, Traction Control System (TCS), Hill Descent Control (HDC), hingga AutoHold sebagai fitur standar. Omoway Omo-X Rasa Berkendara Dimensi Omo-X tergolong bongsor dengan panjang 2.022 mm, lebar 858 mm, tinggi 1.211 mm, serta jarak sumbu roda 1.500 mm. Secara keseluruhan, ukuran motor ini mirip skuter matik gambot kelas 160 cc. Meski terlihat besar, tinggi joknya hanya 760 mm dengan ground clearance 145 mm. Dengan tinggi badan 168 cm, posisi berkendara masih terasa nyaman dan tidak terlalu menjinjit. Sebagai maxi scooter, posisi kaki juga bisa selonjoran ke depan. Namun, ada sedikit catatan karena bagian dalam dek tengah yang cukup lebar membuat area engkel kaki jadi menyentuh bodi tengah. Keunggulan lainnya ialah standar samoing bisa dinaikkan otomatis. Hal ini bisa jadi standar baru buat motor yang dijual di Indonesia. Posisi setang terasa mudah diraih dan joknya cukup nyaman. Hanya saja, saat motor dalam kondisi diam, bagian depan terasa agak berat. Omoway Omo-X Hal ini kemungkinan dipengaruhi konstruksi kaki-kaki depan yang berbeda dibanding motor biasa. OMO-X memang menggunakan suspensi depan independent double wishbone, teknologi yang umumnya dipakai pada mobil performa tinggi dan kendaraan premium. Double wishbone suspension menggunakan dua lengan berbentuk huruf “A” pada bagian atas dan bawah roda. Sistem ini diklaim mampu menjaga stabilitas roda lebih baik saat bermanuver maupun ketika melintasi jalan tidak rata. Hal ini yang menarik perhatian saya. Saat motor sudah jalan di kecepatan 20 kpj, terasa motor yang stabil. Kemudian saat melaju lebih cepat, terasa suspensi yang ciamik. Omoway mengklaim suspensi ini mampu mengurangi efek diving atau menungging saat pengereman mendadak, sekaligus membuat redaman terasa lebih stabil dibanding suspensi teleskopik konvensional. Omoway Omo-X Spesifikasi Sektor pengereman didukung cakram 260 mm dengan kaliper empat piston di depan dan cakram 240 mm kaliper dua piston di belakang. Untuk performa, Omo-X dibekali motor listrik dengan tenaga maksimal 13 kW atau setara 17,6 tk. Torsi puncaknya bahkan mencapai 320 Nm. Di atas kertas, akselerasi 0-50 kpj diklaim bisa dicapai dalam 3,3 detik dengan kecepatan maksimum 113 kpj. Motor ini juga disebut mampu menanjak hingga kemiringan 30 persen atau sekitar 17 derajat. Saya mencoba beberapa mode berkendara di motor ini. Untuk Mode Sport tarikannya memang cukup menyentak berbeda dengan yang standar. Namun soal catatan waktu perlu tes lebih spesifik. Omoway Omo-X Urusan baterai, Omo-X memakai teknologi Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan dua pilihan kapasitas. Tipe standar menggunakan baterai 5,38 kWh dengan jarak tempuh 160 kilometer berdasarkan pengujian WMTC atau lebih dari 200 kilometer pada kecepatan rata-rata 30 kpj. Harga Untuk pasar Indonesia, Omo-X hadir dalam dua varian, yakni Smart dengan harga off the road Rp 44,5 juta dan Balance Rp 61,5 juta. Selama masa pre-order untuk pengiriman Juni 2026, konsumen mendapatkan subsidi eksklusif Rp 9 juta sehingga harga efektifnya menjadi Rp 35,5 juta untuk tipe Smart dan Rp 52,5 juta pada tipe Balance. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang