Pasar motor listrik premium di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya berbagai model yang menawarkan teknologi modern dan performa tinggi. Dua di antaranya ialah Omoway Omo-X dan Maka Cavalry yang sama-sama bermain di segmen skutik listrik premium. Keduanya menawarkan pendekatan berbeda. Omo-X lebih menonjolkan teknologi canggih dan fitur elektronik lengkap, sedangkan Maka Cavalry hadir dengan karakter sporty yang fokus pada kebutuhan mobilitas perkotaan. Test ride Maka Cavalry Dimensi dan Desain Secara tampilan, OMO-X hadir dengan desain futuristik dan bodi cukup besar. Motor listrik ini memiliki panjang 2.022 mm, lebar 858 mm, dan tinggi 1.211 mm, dengan jarak sumbu roda 1.500 mm. Meski dimensinya bongsor, tinggi joknya cukup ramah di angka 760 mm. Ground clearance 145 mm juga membuatnya masih nyaman digunakan di jalan perkotaan. Di sisi lain, Maka Cavalry tampil lebih sporty dengan garis desain agresif dan lampu depan bergaya motor sport. Sekilas tampilannya seperti maxi scooter pada umumnya yaitu Yamaha Nmax dan Honda PCX. Secara keseluruhan, dimensi Cavalry lebih sedikit lebih ringkas dari Omo-X, dengan panjang 1.922 mm, lebar 731 mm, dan tinggi 1.173 mm. Omoway Omo-X Untuk penggunaan harian di area perkotaan yang padat, dimensi Maka Cavalry bisa terasa lebih praktis saat bermanuver. Sementara Omo-X menawarkan aura premium dan posisi berkendara yang lebih besar. Performa dan Akselerasi Dari sektor performa, Omo-X dibekali motor listrik dengan tenaga maksimum 13 kW atau sekitar 17,6 Tk dan torsi puncak mencapai 320 Nm. Akselerasi 0-50 kpj diklaim hanya membutuhkan waktu 3,3 detik dengan kecepatan maksimal 113 kpj. Kemampuan menanjaknya juga cukup impresif hingga kemiringan 30 persen. Sedangkan Cavalry mengandalkan tenaga 12 Tk dengan torsi 242-250 Nm. Untuk akselerasi 0-60 kpj, motor ini diklaim mampu mencapainya dalam 4,8 detik dengan kecepatan maksimal 105 kpj. Test ride Maka Cavalry Secara angka, Omo-X memang unggul dalam hal tenaga, torsi, dan akselerasi. Namun, performa Maka Cavalry tergolong memadai untuk kebutuhan komuter perkotaan maupun perjalanan jarak menengah. Baterai dan Jarak Tempuh Omo-X menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) dengan dua pilihan kapasitas. Varian standar memakai baterai 5,38 kWh dengan jarak tempuh hingga 160 km berdasarkan pengujian WMTC. Sementara tipe Long Range menggunakan baterai 7,68 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 210 km WMTC. Untuk pengisian daya, Omo-X menawarkan beberapa opsi, mulai dari charger standar 800W, quick charger 2.000W, hingga stasiun pengisian khusus yang mampu mengisi daya 0-80 persen dalam waktu sekitar 1,5 jam. Sementara Cavalry menggunakan baterai Lithium Ferro-Phosphate 4 kWh dengan jarak tempuh hingga 160 km dalam sekali pengisian penuh. Omoway Omo-X Pengisian daya dari nol hingga 80 persen diklaim bisa dicapai dalam waktu sekitar 60 menit. Bagi pengguna yang membutuhkan mobilitas lebih jauh, Omo-X tipe Long Range menawarkan kapasitas baterai lebih besar. Namun untuk kebutuhan harian di dalam kota, kemampuan Maka Cavalry masih cukup kompetitif. Kaki-kaki dan Fitur Keselamatan Salah satu daya tarik utama Omo-X ada di sektor kaki-kaki. Motor ini memakai suspensi depan independent double wishbone, teknologi yang cukup jarang ditemui pada sepeda motor. Suspensi tersebut diklaim mampu meningkatkan stabilitas dan mengurangi efek menukik saat pengereman mendadak. Test ride Maka Cavalry Sistem pengeremannya juga cukup lengkap dengan cakram depan 260 mm kaliper 4 piston dan cakram belakang 240 mm kaliper 2 piston. Fitur keselamatan yang disematkan mencakup dual-channel ABS, traction control system (TCS), hill descent control (HDC), hingga AutoHold. Sementara Cavalry mengusung rem cakram depan-belakang dan suspensi belakang ganda yang dapat disetel. Motor ini juga memiliki sertifikasi IP67 yang membuatnya tahan debu dan air, bahkan diklaim mampu melintasi genangan hingga 60 cm. Omoway Omo-X Untuk fitur berkendara, Cavalry menyediakan mode Hi-Torque dan Hi-Regen yang membantu efisiensi energi melalui regenerative braking. Teknologi dan Fitur Modern Masuk ke area kokpit, Omo-X terlihat lebih futuristis berkat layar pintar HALO berukuran 10,25 inci. Sistem ini mendukung navigasi, kontrol musik, hingga pengaturan fitur Intelligent Kickstand. Motor ini juga dibekali dual-channel Bluetooth speaker dari PSG Audio. Di sisi lain, Maka Cavalry tetap menawarkan fitur modern seperti panel instrumen digital, lampu full LED, serta fitur reverse untuk memudahkan parkir. Test ride Maka Cavalry Kesimpulan Baik Omo-X maupun Maka Cavalry memiliki karakter yang berbeda meski sama-sama bermain di segmen motor listrik premium. Omo-X cocok bagi konsumen yang mencari teknologi canggih, performa tinggi, dan fitur keselamatan lengkap dengan nuansa futuristis. Sedangkan Cavalry lebih mengedepankan kepraktisan, desain sporty, serta harga yang relatif kompetitif untuk penggunaan harian di perkotaan. Pilihan akhirnya tentu kembali pada kebutuhan dan preferensi pengguna, apakah lebih mengutamakan fitur premium dan performa, atau keseimbangan antara harga dan fungsionalitas. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang