Produsen motor listrik Omoway bersiap meluncurkan model perdananya di Indonesia, yakni Omo-X, pada Juni 2026. Salah satu teknologi yang menjadi sorotan pada motor ini adalah penggunaan double wishbone suspension di bagian depan. Okatami, Head of Retail Omoway Indonesia, mengatakan teknologi tersebut umumnya hanya ditemukan pada motor dengan harga premium karena memiliki konstruksi yang lebih kompleks dibanding suspensi teleskopik biasa. “Nah, salah satu keunggulan yang kami gunakan adalah double wishbone suspension. Suspensi model ini biasanya hanya ada pada motor dengan harga fantastis,” ujar Oka panggilannya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026). Menurut dia, struktur suspensi tersebut dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan stabilitas saat berkendara, terutama ketika melewati jalan rusak. “Fungsinya tentu untuk meredam guncangan saat berkendara, misalnya ketika melewati lubang atau saat motor mengalami diving," ujarnya. "Dengan double wishbone suspension, efek guncangan bisa berkurang sekitar 50 persen dibanding motor konvensional yang masih menggunakan garpu (suspensi) biasa,” kata dia. Okatami menjelaskan, karakter suspensi tersebut akan terasa saat motor digunakan bermanuver maupun melintasi jalan berlubang. Omoway Omo X “Baik saat bermanuver ke kiri dan kanan maupun ketika melewati jalan berlubang, perbedaannya akan sangat terasa. Sebab, pada double wishbone suspension, bagian suspensi dan fork bekerja terpisah,” ujarnya. “Jadi masing-masing punya fungsi sendiri. Satu untuk meredam tekanan, satu lagi untuk mengatur arah belok, sehingga tidak saling mengganggu. Berbeda dengan suspensi konvensional yang semuanya menyatu dalam satu sistem,” kata Okatami. Double wishbone suspension merupakan sistem suspensi yang menggunakan dua lengan berbentuk huruf “A” atau wishbone pada bagian atas dan bawah roda. Teknologi ini lazim dipakai pada mobil performa tinggi dan kendaraan premium karena mampu menjaga stabilitas roda saat bermanuver maupun ketika melintasi jalan tidak rata. Omo X dari Omoway hadir dengan desain futuristik dan balutan teknologi mutakhir.Pada sepeda motor, penggunaan double wishbone suspension masih tergolong jarang karena konstruksinya lebih kompleks dibanding suspensi teleskopik atau fork konvensional. Sistem ini bekerja dengan memisahkan fungsi peredaman dan pengendalian arah roda, sehingga masing-masing komponen dapat bekerja lebih optimal. Keunggulan utamanya adalah kemampuan meredam guncangan lebih baik, terutama saat melewati lubang, melakukan pengereman mendadak, atau ketika motor mengalami diving. Berbeda dengan suspensi teleskopik biasa yang seluruh fungsi ditangani dalam satu tabung fork, pada double wishbone suspension beban kerja dibagi ke beberapa komponen. Karena itu, getaran yang diteruskan ke setang dan bodi motor dapat berkurang, sekaligus meningkatkan kenyamanan berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang