Motor listrik Omoway OMO-X hadir dengan teknologi self-balancing yang memungkinkan kendaraan tetap seimbang tanpa perlu pengendara menurunkan kaki saat berhenti. Fitur ini tergolong canggih untuk sepeda motor, terutama di pasar seperti Indonesia. Selain itu, Omoway juga jadi perusahaan pertama yang memproduksi motor self-balancing pertama di dunia. Kabarnya bulan depan motor tersebut sudah bisa dipesan untuk pasar Indonesia. General Manager Indonesian Market Yulong Chen mengatakan, pengembangan teknologi tersebut berangkat dari kebutuhan nyata pengguna motor sehari-hari. Arsitektur OMO-ROBOT di Omoway Omoway rutin berkomunikasi dengan ribuan pengguna untuk memahami pengalaman berkendara mereka. “Fitur itu setelah permintaan dari pengguna. Kita komunikasi terus dengan ribuan user, orang lokal, tanya mereka inginnya seperti apa,” kata Yulong di Singapura, Kamis (12/3/2026). Ia menambahkan, teknologi yang dikembangkan perusahaan harus realistis dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh pengendara. Salah satu keluhan yang banyak muncul adalah kelelahan saat berkendara di kondisi lalu lintas padat. Yulong menjelaskan, pengendara sering harus berhenti dan berjalan kembali berulang kali sehingga harus terus menurunkan kaki. “Di Indonesia pertama sering macet, harus rem-gas-turun kaki. Pas pakai motor itu juga terlalu tinggi, kaki enggak cukup tinggi, capek sekali,” kata dia. Selain itu, perjalanan jarak jauh juga menjadi pertimbangan pengembangan teknologi tersebut. “Saya sering ke luar kota, hampir 150 kilometer, harus tahan gas terus. Terus terpikir, apa bisa ada satu motor yang self-balance,” ujarnya. Menurut Yulong, fitur tersebut juga bermanfaat dalam situasi tak terduga, misalnya saat motor harus berhenti di tengah genangan air. “Kalau dia bisa self-balance, enggak usah khawatir. Penting kan? Apalagi di Indonesia sering banjir, kalau tiba-tiba berhenti di tengah, turun kaki kan enggak enak,” katanya. Teknologi tersebut merupakan bagian dari platform OMO-ROBOT Architecture yang dikembangkan Omoway. Arsitektur ini menggabungkan sistem komputasi kendaraan, sensor, serta pengendalian gerak untuk menciptakan kendaraan roda dua yang lebih stabil dan cerdas. Melalui arsitektur OMO-ROBOT, motor tidak hanya memiliki “otak” untuk memproses data, tetapi juga sistem kendali presisi yang memungkinkan fungsi seperti self-balancing, pengendalian otomatis, hingga berbagai fitur mobilitas cerdas di masa depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang