Panggung GIICOMVEC 2026 menjadi saksi bisu lahirnya segmen baru di pasar otomotif Tanah Air, yakni pikap kabin ganda (double cabin) bertenaga listrik murni. Dua pemain utama asal China, Foton dan JAC, resmi memperkenalkan jagoan mereka yang sama-sama mengusung sistem penggerak 4x4. Indomobil JAC menghadirkan Trekker T9 EV, sementara Foton memberikan perlawanan melalui eTunland. Keduanya menjanjikan ketangguhan khas kendaraan tambang dan perkebunan, namun dengan efisiensi biaya operasional khas kendaraan listrik. Lantas, bagaimana jika keduanya diadu? Berikut komparasi spesifikasinya: Secara visual, Foton eTunland tampil dengan aura yang lebih futuristik dan bersih. Garis bodinya cenderung mengalir dengan penggunaan lampu LED yang memberikan kesan modern di diler. Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 juta Pada sisi lain, JAC Trekker T9 EV tampil lebih intimidatif. Desain grille depannya yang besar dan tegak mengingatkan pada gaya pikap kabin ganda khas Amerika Serikat. Dengan dimensi panjang 5.330 mm dan lebar 1.965 mm, JAC T9 EV sedikit lebih bongsor, memberikan kesan kokoh saat berada di medan berat. Pada sektor dapur pacu, eTunland memegang keunggulan mutlak soal tenaga. Berbekal sistem dual motor, pikap ini sanggup memuntahkan tenaga hingga 250 kW (335 TK) dengan torsi badak mencapai 516 Nm. JAC Trekker T9 EV juga menggunakan sistem dua motor listrik untuk menggerakkan keempat rodanya, namun dengan tenaga lebih moderat. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 230 kW (308 TK) dengan torsi yang cukup kompetitif untuk kebutuhan angkut beban berat. JAC Motors di GIICOMVEC 2026. Menariknya, kedua pabrikan ini kompak menggunakan baterai berkapasitas hampir identik, yakni di angka 88 kWh dengan jenis Lithium Iron Phosphate (LFP). Foton eTunland diklaim sanggup menempuh jarak hingga 350 Km. Sedangkan JAC Trekker T9 EV, memiliki daya jelajah sekitar 340-344 Km. Selisih jarak tempuh yang tipis ini membuat keduanya sama-sama ideal untuk operasional tambang atau perkebunan yang sudah memiliki infrastruktur pengisian daya mandiri. Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 juta Masuk ke interior, keduanya sudah meninggalkan kesan mobil kerja yang "pelit" fitur. Baik Foton maupun JAC menyematkan layar infotainment besar berukuran 12,3 inci dan jok kulit yang nyaman. Namun, JAC Trekker T9 EV memiliki satu fitur "sakti" yang tidak dimiliki kompetitornya, yaitu Vehicle-to-Load (V2L). Fitur ini memungkinkan mobil menjadi sumber listrik portabel untuk menyalakan alat pertukangan atau perangkat elektronik di lokasi terpencil, sebuah nilai tambah besar bagi pekerja lapangan. Pikap kabin ganda listrik JAC Trekker T9 Pada sektor harga, persaingan juga sangat ketat dengan selisih yang sangat tipis. JAC Trekker T9 EV dipasarkan dengan harga Rp 770 juta (OTR Jakarta). Sementara Foton eTunland, dibanderol sedikit lebih tinggi di angka Rp 780 juta (OTR Jakarta). Foton eTunland resmi meluncur di Giicomvec 2026, pakai penggerak 4x4 dengan harga Rp 780 juta Kesimpulan Jika mencari performa mesin yang paling buas, Foton eTunland adalah jawabannya. Namun, jika fungsionalitas di lapangan seperti fitur V2L dan desain yang lebih agresif menjadi prioritas dengan harga yang sedikit lebih miring, JAC Trekker T9 EV sulit untuk diabaikan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang