Mobil hybrid Mobil ramah lingkungan kini semakin beragam di Indonesia. Selain mobil listrik murni, masyarakat juga mulai familiar dengan kendaraan hybrid dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV yang semakin banyak dipasarkan berbagai merek otomotif. Meski sama-sama menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, hybrid dan PHEV ternyata memiliki perbedaan cukup besar. Tidak sedikit konsumen yang masih menganggap keduanya sebagai teknologi yang sama. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dari rangkuman VIVA Otomotif, Rabu 20 Mei 2026, mobil hybrid konvensional bekerja dengan menggabungkan mesin bensin dan motor listrik secara otomatis. Baterai pada kendaraan hybrid diisi melalui proses regenerative braking dan suplai tenaga dari mesin, sehingga pengemudi tidak perlu melakukan pengisian daya dari luar.Karena itu, penggunaan mobil hybrid dinilai lebih praktis bagi konsumen yang belum ingin bergantung pada stasiun pengisian kendaraan listrik. Pengguna cukup mengisi bensin seperti mobil biasa, sementara sistem kendaraan akan mengatur perpindahan tenaga secara otomatis.Berbeda dengan hybrid biasa, PHEV memiliki baterai berkapasitas lebih besar dan dapat diisi ulang menggunakan charger eksternal. Teknologi ini memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik murni dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin bekerja.Dalam kondisi baterai penuh, sebagian mobil PHEV bahkan mampu digunakan untuk aktivitas harian tanpa mengonsumsi bensin. Namun ketika daya baterai habis, kendaraan tetap dapat berjalan seperti mobil hybrid biasa karena masih memiliki mesin pembakaran internal.Perbedaan lain terlihat dari kemampuan efisiensi dan performa. PHEV umumnya menawarkan konsumsi bahan bakar lebih irit karena penggunaan motor listrik lebih dominan dibanding hybrid konvensional.Di sisi lain, harga mobil PHEV biasanya lebih mahal karena menggunakan baterai yang lebih besar dan teknologi pengisian daya tambahan. Selain itu, pengguna PHEV juga perlu mempertimbangkan akses charging agar manfaat penggunaan motor listrik bisa lebih maksimal. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Saat ini pasar hybrid di Indonesia masih menjadi yang terbesar karena pilihan modelnya lebih banyak dan harganya relatif lebih terjangkau. Namun dalam beberapa waktu terakhir, mobil PHEV mulai bermunculan dari berbagai merek sebagai alternatif sebelum konsumen sepenuhnya beralih ke mobil listrik murni.Beberapa produsen bahkan mulai menghadirkan PHEV dengan harga di bawah Rp500 juta untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Kehadiran teknologi tersebut menunjukkan bahwa tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia kini berkembang semakin beragam sesuai kebutuhan konsumen.