Logo Honda Nama Honda kembali menjadi sorotan di pasar global setelah menghadapi gugatan hukum baru di Amerika Serikat terkait kualitas cat kendaraan. Isu ini bukan hal baru, namun kemunculannya kembali memunculkan pertanyaan soal konsistensi kualitas pada salah satu merek otomotif terbesar dunia tersebut. GULIR UNTUK LANJUT BACA Dalam dokumen gugatan terbaru, disebutkan bahwa Honda diduga telah mengetahui potensi cacat pada lapisan cat sejak lebih dari satu dekade lalu. Cat berwarna putih pada beberapa model disebut rentan mengalami pengelupasan, retak, hingga terlepas dari permukaan bodi dalam waktu yang relatif singkat.Sejumlah model yang dipasarkan di bawah merek Honda maupun Acura disebut terdampak dalam kasus ini. Kendaraan seperti SUV, MPV, hingga hatchback masuk dalam daftar, terutama yang menggunakan varian warna putih tertentu yang dianggap bermasalah.Yang membuat kasus ini kembali menarik perhatian adalah perubahan sudut pandang hukum terhadap dampak kerusakan tersebut. Jika sebelumnya pengadilan menganggap masalah ini hanya bersifat kosmetik, kini muncul pandangan bahwa kerusakan cat bisa berdampak lebih jauh terhadap perlindungan bodi kendaraan.Lapisan cat tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga menjadi pelindung utama dari paparan cuaca dan potensi korosi. Jika cat mengalami delaminasi atau terkelupas, maka risiko kerusakan struktural dalam jangka panjang bisa meningkat, terutama pada kendaraan yang digunakan di berbagai kondisi ekstrem. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain itu, pengadilan juga menolak argumen bahwa gugatan ini telah melewati batas waktu hukum. Hakim menilai bahwa waktu pengajuan gugatan seharusnya dihitung sejak pemilik kendaraan menyadari adanya kerusakan, bukan sejak mobil pertama kali dijual ke konsumen.Perkembangan ini tentu menjadi tantangan baru bagi Honda dalam menjaga reputasi globalnya. Di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat, isu kualitas seperti ini bisa berdampak besar terhadap kepercayaan konsumen, terutama di pasar yang sangat sensitif terhadap aspek durabilitas dan nilai jangka panjang kendaraan.