Setelah membahas perbandingan biaya operasional harian, menarik untuk melihat lebih jauh bagaimana total biaya kepemilikan dua MPV elektrifikasi, yakni BYD M6 dan Toyota Veloz Hybrid, jika dihitung secara menyeluruh. Pasalnya, keputusan membeli kendaraan tidak hanya ditentukan dari biaya energi harian, tetapi juga mencakup perawatan, pajak, asuransi, hingga nilai jual kembali dalam beberapa tahun ke depan. Ditambah lagi, ada faktor non-finansial yang turut memengaruhi kenyamanan penggunaan. Sebelumnya, melihat penggunaan harian dengan rute Jakarta–Tangerang pulang-pergi sejauh 60 km selama 30 hari, biaya operasional keduanya sebenarnya tidak terpaut jauh. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 BYD M6 membutuhkan sekitar Rp 810.000 per bulan untuk listrik, sementara Veloz Hybrid sekitar Rp 922.500 untuk bahan bakar. Selisihnya hanya sekitar Rp 100.000 per bulan, atau sekitar Rp 1,2 juta dalam setahun. Namun, perhitungan tidak berhenti di situ. Ada sejumlah faktor lain yang perlu diperhatikan. Biaya Servis dan Perawatan Mobil listrik seperti BYD M6 pada dasarnya memiliki komponen yang lebih sederhana karena tidak menggunakan mesin pembakaran. Tidak ada kebutuhan penggantian oli mesin atau komponen seperti busi. Berdasarkan data yang dimiliki tim redaksi, BYD tidak memberikan gratis jasa servis, artinya setiap servis konsumen akan harus membayar biaya pekerja. Test drive BYD M6 Namun, untuk pergantian sparepart atau suku cadang dilakukan setiap 40.000 Km. Agar adil, perhitungan ini berdasarkan kepemilikan tahun pertama kendaraan. Untuk servis perdana BYD M6, atau pada 5.000 Km konsumen membayar biaya jasa sebesar Rp 525.000. Kemudian pada servis kedua pada 20.000 Km atau pada tahun pertama juga membayar jasa Rp 525.000. Sehingga total biaya yang dikeluarkan Rp 1.050.000. Meski begitu, ada catatan penting terkait baterai yang memiliki biaya relatif tinggi jika terjadi kerusakan di luar masa garansi. Di sisi lain, Veloz Hybrid masih membutuhkan perawatan mesin bensin seperti penggantian oli dan filter secara berkala. Sistem hybrid memang relatif efisien dan tidak terlalu kompleks dalam perawatan, namun secara keseluruhan biaya servisnya tetap lebih tinggi dibanding mobil listrik, meski lebih mudah diprediksi. Ilustrasi Toyota Veloz Hybrid di booth Toyota di IIMS 2026 Namun, pabrikan memberikan gratis biaya perawatan dan jasa hingga servis ketujuh atau tiga tahun pemakaian. Pajak dan STNK Dari sisi pajak, mobil listrik seperti BYD M6 umumnya mendapat berbagai insentif, sehingga biaya pajak tahunan cenderung lebih ringan. Pada tahun pertama, pemilik BYD M6 hanya wajib membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas (SWDKLLJ), penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dengan total Rp 443.000. Sementara itu, Veloz Hybrid masih dikenakan pajak seperti mobil bensin pada umumnya. Berdasarkan data dari Toyota Astra Motor, pajak Veloz Hybrid berada di angka Rp 4 juta sampai Rp 5 juta tergantung tipe atau varian. Artinya, dari sisi pajak BYD M6 memang menawarkan biaya yang lebih terjangkau. Resale Value Nilai jual kembali juga menjadi faktor penting dalam kepemilikan kendaraan. Mobil hybrid seperti Veloz saat ini cenderung memiliki resale value yang lebih stabil salah satunya karena nama besar Toyota. Sementara itu, mobil listrik masih memiliki tantangan dalam hal ini, karena nilai jualnya sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi baterai dan tren pasar yang terus berubah. Kemudahan Pengisian Energi Dalam penggunaan sehari-hari, perbedaan paling terasa ada pada proses pengisian energi. Pengguna mobil listrik harus menyesuaikan dengan waktu pengisian yang lebih lama dan potensi antrean di SPKLU, terutama di lokasi tertentu. Sebaliknya, pengisian bahan bakar pada mobil hybrid bisa dilakukan dengan cepat di SPBU yang jumlahnya sudah sangat banyak. Perjalanan Jarak Jauh dan Infrastruktur Untuk penggunaan jarak jauh, mobil hybrid masih menawarkan rasa aman lebih karena tidak bergantung pada infrastruktur pengisian listrik. Pengguna tidak perlu khawatir soal ketersediaan SPKLU, terutama di luar kota besar. Sementara itu, pengguna mobil listrik masih perlu merencanakan perjalanan dengan lebih matang, termasuk mempertimbangkan lokasi titik pengisian daya. Tapi, mobil listrik punya keunggulan bebas akses pada jalan protokol di Jakarta yang memberlakukan regulasi ganjil-genap. Sedangkan, mobil hybrid tetap wajib patuh pada keterbatasan waktu melintas. Isu Lingkungan Mobil listrik memang menawarkan keunggulan dari sisi nol emisi saat digunakan, namun tetap ada perhatian terkait pengelolaan limbah baterai di masa depan. Di sisi lain, mobil hybrid menjadi solusi transisi dengan emisi yang lebih rendah dibanding mobil bensin konvensional, meski belum sepenuhnya bebas emisi. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, baik BYD M6 maupun Toyota Veloz Hybrid memiliki keunggulan masing-masing. Selisih biaya harian yang tidak terlalu besar membuat keputusan pembelian lebih bergeser ke faktor kebutuhan, gaya hidup, serta kesiapan pengguna terhadap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang