Marco Bezzecchi akhirnya keluar sebagai juara di seri penutup musim ini, MotoGP Valencia 2025, Minggu (16/11/2025). Posisi kedua ditempati oleh Raul Fernandez dan podium ketiga ada Fabio Di Giannantonio. Bezzecchi yang start dari pole position mampu melakukan awalan dengan baik dan memimpin langsung melewati tikungan 1. Alex Marquez juga masih bertahan di posisi yang sama. Selang beberapa tikungan, Francesco Bagnaia sempat melebar setelah bersentuhan dengan Johann Zarco dan akhirnya terjatuh di gravel. Sebelumnya, sempat diawali drama juga dengan Franco Morbidelli yang terjatuh tepat sebelum start. Sementara itu, Bezzecchi masih terus memimpin. Posisinya juga masih diikuti Alex dan Fabio Di Giannantonio. More heartbreak for @PeccoBagnaia after contact with Zarco! ????????????#ValenciaGP ???? pic.twitter.com/L8mWgxoouS — MotoGP™???? (@MotoGP) November 16, 2025 Raul Fernandez bertahan di posisi keempat, ditempel ketat oleh Pedro Acosta. Seri terakhir ini juga jadi kesempatan terakhir bagi Acosta untuk meraih kemenangan pertamanya di kelas utama. Memasuki lap ketiga, Race Director mengumumkan Zarco mendapatkan long lap penalty. Hukuman tersebut diberikan karena membuat Bagnaia terjatuh. Kembali ke barisan terdepan, Di Giannantonio tidak bisa bertahan mendapat desakan dari Raul. Posisi ketiga pun dilepasnya untuk pebalap tim satelit Aprilia tersebut. Pada lap keempat, Bezzecchi masih aman memimpin. Alex juga belum terlihat memberikan tekanan untuk Bezzecchi. ???? @25RaulFernandez POWERS to 2nd! #ValenciaGP ???? pic.twitter.com/lpWEcG1JcC — MotoGP™???? (@MotoGP) November 16, 2025 Sedangkan barisan di belakangnya, kini Acosta naik ke posisi keempat setelah menyalip Di Giannantonio. Pebalap tim VR46 tersebut semakin menurun performanya. Sementara itu, Raul terus mempertajam catatan waktunya. Posisinya semakin mendekati Alex di posisi kedua. Pada lap keenam, jaraknya dengan Alex hanya berselisih 0,6 detik. Pada lap berikutnya, Bezzecchi masih mempertahankan jarak dengan Alex dengan selisih 0,4 detik. Performa keduanya cukup konsisten dari segi catatan waktu. Begitu pula dengan Raul di posisi ketiga, jaraknya dengan Alex juga belum mengalami perubahan. Pada lap kedelapan, jarak Alex dengan Raul terpaut 0,5 detik. Posisi Raul sebagai pelengkap podium masih aman, karena Acosta cukup jauh dengan jarak 2,5 detik di belakangnya. Lap kesepuluh, Bezzecchi masih memimpin dengan selisih 0,7 dari Alex. Sedangkan Alex, terus mendapat tekanan dari Raul. Selisih antara keduanya hanya terpaut 0,3 detik. Sementara balapan, masih menyisakan 17 putaran. Bukan tidak mungkin jika Raul bisa menyalip Alex dan mempersembahkan podium 1 dan 2 pada Aprilia di seri pamungkas ini. Pada tikungan terakhir, jelang memasuki lap ke-12, Raul akhirnya berhasil menyalip Alex. Alex pun tidak mampu berbuat banyak, pebalap Gresini Racing tersebut tidak bisa menyalip kembali. Jarak Raul dengan Bezzecchi cukup jauh, tertinggal 1,3 detik. Sementara Raul, sudah membuka jarak dengan Alex hingga 0,5 detik. Raul punya potensi untuk bersaing ketat dengan Bezzecchi pada lap-lap terakhir. Pasalnya, catatan waktunya semakin tajam di setiap lap. Pada lap ke-13, jaraknya dengan Bezzecchi sudah mendekat hingga 1,1 detik. Dia berhasil meninggalkan Alex di belakangnya dengan jarak yang sama. Pada lap berikutnya, Acosta semakin mendekati Alex. Namun, sulit bagi Acosta untuk bisa mengejar Bezzecchi yang berada jauh di depan. Perlahan tapi pasti, Raul terus memangkas 0,1 detik jarak dengan Bezzecchi di setiap putaran. Tapi, secara keseluruhan, performa Bezzecchi dan Raul cukup konsisten. Memasuki lap ke-16, jarak Bezzecchi dan Raul hanya terpaut 0,7 detik. Peluang untuk merebut posisi terdepan semakin besar untuk Raul. Sementara itu, Acosta terus mendekati Alex dengan jarak 0,7 detik. Perebutan posisi ketiga yang sengit diyakini akan terjadi pada lap-lap akhir. Pada lap ke-17, Bezzecchi terus mendapatkan tekanan dari Raul. Performa Raul masih konsisten mengejar posisi terdepan. Masih di lap yang sama, Acosta sudah menempel ketat di belakang Alex. Tidak butuh waktu lama bagi Acosta untuk mengejar Alex. Alex terlihat cukup baik menutupi celah Acosta untuk menyalipnya. Pada lap ke-19, Alex masih bertahan di posisi ketiga. Kembali ke barisan terdepan, Bezzecchi mulai membuka jarak lagi dengan Raul. Keduanya kini terpaut jarak hingga 0,9 detik. Masih di lap yang sama, Acosta sempat melebar saat mengejar Alex. Namun, dengan performa yang lebih unggul, Acosta mampu menempel kembali. Puncaknya pada lap ke-20, Acosta akhirnya menyalip Alex. Posisi Alex masih belum aman, karena Di Giannantonio juga sudah menunggu tepat di belakangnya. Masuk lap ke-21, Di Giannantonio berhasil juga menyalip Alex. Setelah meraih kemenangan pada sprint race, Alex harus menerima dirinya gagal naik podium pada balapan penutup musim ini. Lima lap terakhir jelang finis, posisi Bezzecchi mulai aman dari kejaran Raul. Namun, tidak untuk Acosta yang ada di posisi ketiga. Di Giannantonio mulai berjuang kembali untuk merebut posisi ketiga. Jaraknya dengan Acosta sangat ketat. Tiga lap terakhir, Raul juga mulai mendekati Bezzecchi. Keduanya hanya berselisih 0,3 detik, jarak yang cukup dekat. Sementara itu, Di Giannantonio masih mencari celah untuk menyalip Acosta. Memasuki dua lap terakhir, Acosta sempat melebar, tapi kemudian kembali ke jalur balap dan menutup celah bagi Di Giannantonio. A late battle for 3rd is brewing ????????#ValenciaGP ???? pic.twitter.com/HTR3UQGYx1 — MotoGP™???? (@MotoGP) November 16, 2025 Sayangnya, Di Giannantonio berhasil melihat celah pada beberapa tikungan setelahnya. Pebalap VR46 tersebut naik ke posisi ketiga. Tapi, Acosta terlihat belum menyerah dan masih menempel ketat di belakang Di Giannantonio. Memasuki lap terakhir, selisih Bezzecchi dengan Raul berjarak 0,4 detik. Bezzecchi pun akhirnya berhasil memenangkan balapan, diikuti Raul di posisi kedua, dan Di Giannantonio melengkap podium. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.