Saat pertama kali melihat Vespa Sprint Tech 2026 bermesin 180 cc, saya langsung menangkap satu hal. Bisa dibilang ini adalah varian paling “niat” di lini Sprint maupun Primavera. Bukan cuma soal harga yang sudah Rp 66 juta, atau nyaris menyentuh Rp 70 juta. Tapi juga dari sisi fitur yang terasa paling lengkap dan modern. Perbedaan paling mencolok langsung terasa dari sistem keyless yang sudah dilengkapi remote. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Fitur ini bukan sekadar praktis, tapi juga punya fungsi tambahan seperti bike finder, yang memudahkan saya mencari motor di parkiran. Sangat membantu, apalagi di area yang padat. Lalu perhatian saya beralih ke panel instrumen. Sprint Tech sudah dibekali layar TFT berukuran besar dengan tampilan yang cukup atraktif. Ada animasi, dan yang lebih penting, layar ini bisa menampilkan navigasi turn by turn, musik, hingga notifikasi telepon. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Buat saya, ini jelas meningkatkan kenyamanan berkendara karena tidak perlu lagi sering membuka ponsel di jalan. Namun, penggunaan layar digital ini tidak sepenuhnya tanpa catatan. Saat mencoba berpindah menu, responsnya terasa lambat. Hal ini cukup disayangkan, mengingat motor ini sudah bermain di segmen harga yang premium, di mana ekspektasi terhadap kualitas fitur tentu lebih tinggi. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Dari sisi keselamatan, Sprint Tech juga membawa peningkatan yang cukup signifikan. Rem belakangnya sudah menggunakan cakram, berbeda dengan Sprint S atau Primavera yang masih tromol. Ini membuat pengereman terasa lebih optimal dan meyakinkan, apalagi dikombinasikan dengan sistem ABS. Secara tampilan, saya pribadi cukup suka dengan detail kisi-kisi di bodi yang memberi nuansa klasik ala Vespa lawas. Selain estetika, elemen ini juga membantu sirkulasi udara di ruang mesin. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Ditambah lagi, ada fitur ambient light di sisi kiri dan kanan dek yang menyala saat malam hari. Detail kecil, tapi menambah kesan modern sekaligus fungsional. Meski begitu, ada satu hal yang cukup mengganjal dari sisi finishing. Beberapa bagian masih menggunakan stiker tempelan biasa, bukan dilapis clear coat. Di kelas harga seperti ini, detail tersebut terasa sedikit mengurangi kesan premium secara keseluruhan. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Sebagai catatan tambahan, kapasitas tangki bahan bakarnya kini menjadi 7,5 liter, sedikit lebih kecil dibanding generasi sebelumnya yang mencapai 8 liter. Secara keseluruhan, selisih harga sekitar Rp 11 juta dari Primavera memang menawarkan beberapa fitur dan detail pembeda. Bahkan beberapa fitur tidak terasa seperti gimik, tapi cukup esensial. Seperti rem cakram belakang, ABS di kedua roda, hingga konektivitas ke smartphone. Test ride Vespa Sprint Tech 2026 Kelebihan: Keyless + remote dengan fitur bike finder, layar TFT besar dengan navigasi, musik, dan telepon, rem belakang sudah cakram + ABS lebih optimal, ada ambient light Kekurangan: Respons layar TFT terasa agak lambat, finishing stiker belum dilapis clear coat, harga cukup tinggi, kapasitas tangki sedikit lebih kecil dibanding sebelumnya KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang