PT Changan Automobile Indonesia mengakui penjualan mobil listrik mungil Lumin masih belum menunjukkan hasil yang optimal di pasar Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales Changan Lumin sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 119 unit. Head of Marketing Changan Indonesia Ridjal Mulyadi mengatakan, setiap produk memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Menurut dia, Lumin tetap menawarkan nilai lebih dibandingkan para pesaingnya. "Setiap produk punya kelemahan dan kelebihan, kita percaya Lumin bisa memberikan nilai lebih dibanding produk lain, tapi kalau dari segi penjualan memang belum terlihat banyak," kata Ridjal saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (7/7/2026). Pasokan dan Harga Ridjal menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi penjualan Lumin adalah keterbatasan pasokan dari prinsipal. Selain itu, kenaikan harga juga dinilai membuat konsumen di segmen entry level lebih berhati-hati dalam membeli mobil baru. "Kita juga ada problem supply dari prinsipal. Harga sudah di atas Rp 200 juta mungkin ini juga faktor yang memperlambat, karena kita sama-sama tahu kondisi sekarang entry level untuk harga sekelas itu agak berat," ujar Ridjal. Changan Lumin ElectroRush Harga Naik Ridjal mengatakan, harga Changan Lumin mengalami kenaikan secara bertahap sejak pertama kali diperkenalkan di Indonesia. "Terakhir kita mengalami kenaikan dan saat ini sudah di harga Rp 200 lebih. Saat launching kan Rp 178 juta, sekarang sudah Rp 222 juta," kata Ridjal. Dengan harga yang kini berada di atas Rp 200 juta, Changan berharap Lumin tetap mampu menarik konsumen berkat desain kompak, teknologi, serta fitur yang ditawarkan. Sementara itu, perusahaan juga berupaya mengatasi kendala pasokan agar distribusi unit ke pasar dapat berjalan lebih optimal.