Penjualan mobil nasional sepanjang Januari hingga April 2026 menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil domestik mencapai 289.787 unit atau naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh Grup Astra. Pada empat bulan pertama 2026, penjualan mobil Astra tercatat sebanyak 143.365 unit, hanya naik sekitar 4 persen secara tahunan dibanding periode sama 2025. Artinya, laju pertumbuhan Astra masih tertinggal dibandingkan pertumbuhan pasar otomotif nasional secara keseluruhan. Bila dirinci, kontribusi terbesar Astra masih berasal dari Toyota dan Lexus dengan total penjualan 86.574 unit selama Januari-April 2026. Sementara Daihatsu menyumbang 48.280 unit, disusul Isuzu 8.250 unit dan UD Trucks 261 unit. Head of Corporate Communications Astra Windy Riswantyo mengatakan, pertumbuhan penjualan Astra ditopang peningkatan permintaan kendaraan komersial serta kontribusi model hybrid baru. “Pertumbuhan penjualan kendaraan Astra pada periode Januari hingga April 2026 didukung oleh peningkatan penjualan pada segmen kendaraan komersial, terutama dari model unggulan kami Daihatsu Gran Max yang mendukung mobilitas dan kegiatan usaha konsumen,” ujar Windy dalam keterangannya, Senin (11/5/2026). “Selain itu, Toyota Veloz Hybrid yang diluncurkan pada akhir tahun lalu dan mulai dilakukan pengiriman kepada konsumen sejak Februari 2026 turut mendukung pertumbuhan penjualan,” katanya. Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 Meski masih menjadi penguasa pasar, pangsa pasar Astra kini berada di level 49 persen. Angka tersebut turun dibanding periode sama tahun lalu yang sempat berada di kisaran 51-56 persen. Di sisi lain, merek non-Astra justru mulai menunjukkan agresivitas lebih tinggi. Salah satu yang paling mencolok ialah BYD dan Denza dengan total penjualan 19.247 unit selama Januari-April 2026. Penjualan gabungan kedua merek asal China tersebut bahkan melampaui Hyundai, Wuling, dan Chery pada periode yang sama. Selain BYD, Mitsubishi juga mencatat performa cukup stabil dengan penjualan 35.367 unit. Suzuki turut menunjukkan kenaikan signifikan, terutama pada Februari 2026 yang mencapai 9.659 unit. Data tersebut menunjukkan persaingan pasar otomotif nasional mulai bergeser ke segmen elektrifikasi. Kondisi itu terlihat dari meningkatnya penjualan merek-merek China seperti BYD dan Denza. Di sisi lain, penjualan mobil kategori low cost green car (LCGC) justru mengalami penurunan. Total penjualan LCGC nasional sepanjang Januari-April 2026 hanya mencapai 37.823 unit, turun dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai 49.068 unit. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang