Pemerintah menargetkan penjualan mobil nasional pada 2026 mencapai 850.000 unit. Meski menunjukkan tren pemulihan dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut masih belum mampu menyamai capaian penjualan sebelum pandemi Covid-19 yang sempat menembus level 1 juta unit per tahun. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, target tersebut disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kondisi industri otomotif yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ilustrasi penjualan mobil di Hyundai Gowa “Kita memproyeksikan 850.000 unit, mudah-mudahan ini angka konservatif dan mudah-mudahan karena ini angka konservatif, maka nanti di akhir tahun apa yang saya sampaikan bisa tercapai, bahkan melebihi angka 850.000 unit,” ujarnya saat pembukaan IIMS 2026, Kamis (5/2/2026). Menurut Agus, target 2026 tersebut memang mencerminkan adanya pertumbuhan dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu. Namun, capaian itu belum cukup kuat untuk membawa industri otomotif kembali ke masa keemasannya sebelum pandemi. “Walaupun meningkat sekitar 5,4 persen dibandingkan realisasi penjualan sepanjang tahun 2025. Meskipun demikian, target proyeksi yang saya sampaikan tadi 850.000 unit masih belum cukup kuat untuk menembus level 1 juta unit sebelum masa pandemi,” katanya. Sebagai catatan, penjualan mobil nasional pada periode sebelum pandemi tergolong tinggi. Suasana IIMS 2013 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat Pada 2017, penjualan mobil menembus lebih dari 1 juta unit. Angka tersebut bahkan meningkat pada 2018 menjadi 1.152.641 unit, sebelum kemudian sedikit turun pada 2019 dengan penjualan wholesales Januari–Desember mencapai 1.030.126 unit. Agus menegaskan, untuk mengembalikan kinerja industri otomotif ke level tersebut dibutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. “Sekali lagi kita harus berhubung bersama seluruh stakeholders, kita cari cara-cara yang sebaik untuk bisa kembali mengangkat kembali kinerja industri, subsektor industri yang sangat penting ini,” katanya. Toyota Hybrid IIMS 2026 Ia juga menilai, pemulihan industri otomotif tidak bisa terjadi secara instan dan akan berlangsung bertahap. Salah satu faktor yang perlu diperkuat adalah pasar domestik. “Ini beberapa faktor, misalnya pemilihan pasar domestik menjadi penting, dan pemulihannya akan berlangsung secara bertahap,” ucap Agus. Saat ini, tekanan terhadap industri otomotif nasional masih terasa kuat. Agus menyebut, penjualan mobil sepanjang 2025 atau tahun lalu mengalami penurunan yang cukup signifikan. “Data penjualan tahun 2025 yang tadi saya sampaikan ini mengalami tekanan yang cukup signifikan, cukup signifikan, berat,” kata Agus. Secara wholesales, penjualan mobil pada 2025 tercatat 803.000 unit, atau turun 7,2 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 856.000 unit. Tekanan juga terjadi pada sisi ritel. Tahun lalu, pengiriman mobil dari diler ke konsumen turun 6,3 persen, dari 889.000 unit pada 2024 menjadi 833.000 unit pada 2025. “Ini tentu menunjukkan atau mengindikasikan adanya kontraksi dan pelemahan yang tidak hanya terjadi pada sisi distribusi tapi juga permintaan,” kata Agus. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang