Presiden Direktur Honda Prospect Motor, Masanao Kataoka PT Honda Prospect Motor (HPM) mulai menyadari bahwa ekspektasi konsumen Indonesia terhadap mobil terus berubah. Kondisi ini bahkan berdampak langsung pada penjualan mereka dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Direktur HPM yang baru saja diperkenalkan di Indonesia, Masanao Kataoka, mengakui bahwa industri otomotif saat ini berkembang sangat cepat. Teknologi, elektrifikasi, hingga preferensi konsumen menjadi faktor yang membuat pabrikan harus beradaptasi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Saat ini industri otomotif berkembang sangat cepat, teknologi terus maju, elektrifikasi semakin berkembang, dan ekspektasi pelanggan terus berubah,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Senin 30 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa Honda ingin tetap tumbuh bersama pelanggan di tengah perubahan tersebut.Pernyataan itu bukan tanpa alasan, karena performa penjualan Honda memang mengalami tekanan dalam dua tahun terakhir. Setelah mencatatkan retail sales sebesar 103.023 unit pada 2024, angka tersebut turun cukup tajam pada 2025 menjadi 71.233 unit.Penurunan tersebut menunjukkan adanya perubahan besar dalam pasar otomotif nasional. Honda yang sebelumnya kuat di segmen mobil konvensional kini menghadapi tantangan baru dari pergeseran tren konsumen.Memasuki 2026, kondisi tersebut belum sepenuhnya pulih. Pada dua bulan pertama tahun ini, penjualan Honda baru mencapai 8.921 unit, masing-masing 4.233 unit di Januari dan 4.688 unit pada Februari.Kataoka menilai, salah satu kunci menghadapi kondisi ini adalah memahami bahwa mobil bukan sekadar produk. Kendaraan memiliki peran penting dalam kehidupan konsumen, termasuk bagi keluarga mereka.“Saya memulai karier di bidang sales dan menyadari bahwa mobil bukan sekadar produk, tetapi menjadi bagian hidup pelanggan. Di balik setiap kendaraan selalu ada cerita pelanggan dan keluarganya,” tuturnya.Ia juga menegaskan bahwa Honda di Indonesia tidak hanya berfokus pada penjualan semata. Perusahaan ingin membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen sepanjang siklus kepemilikan kendaraan.Menurutnya, Indonesia merupakan pasar yang unik dan dinamis dibandingkan negara lain. Untuk memahami pasar tersebut, Honda harus lebih banyak mendengarkan pelanggan serta seluruh pihak yang terlibat di ekosistem otomotif.“Cara terbaik untuk memahaminya adalah dengan mendengarkan pelanggan, mitra dealer, rekan kerja, serta media,” kata Kataoka. Pendekatan ini diharapkan mampu membantu Honda membaca arah perubahan pasar dengan lebih akurat. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Ke depan, Honda akan memperkuat strategi melalui pengembangan produk yang lebih terstruktur serta peningkatan layanan purna jual. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk menyesuaikan diri dengan ekspektasi konsumen yang terus berubah.Pergantian kepemimpinan dari Shugo Watanabe ke Masanao Kataoka juga menjadi sinyal perubahan strategi. Dengan pengalaman global dan regional, ia diharapkan mampu membawa Honda kembali kompetitif di pasar Indonesia.