Ilustrasi Google Maps di iPhone. Google Maps diam-diam makin pintar. Beberapa pengguna melaporkan fitur baru yang membuat aplikasi ini terasa jauh lebih natural. Kalau biasanya aplikasi navigasi hanya memberi instruksi angka seperti “belok kanan 500 meter lagi”, sekarang sistem mulai memberi arahan yang terdengar seperti manusia sungguhan. Misalnya, “belok kiri setelah pom bensin.”Ini terdengar sepele, tapi justru inilah yang sering bikin orang nyasar. Angka jarak itu nggak selalu terasa jelas saat kita lagi mengemudi. Kadang 500 meter terasa dekat, kadang terasa jauh. Apalagi mata kita sedang fokus ke jalan, bukan ke layar smartphone. Dengan patokan nyata di dunia nyata, fokus pengemudi bisa lebih aman ke depan, bukan terus menerus melirik peta.Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Jumat 7 November 2025, rahasia di balik fitur ini adalah Gemini. AI dari Google ini mengolah data 250 juta lokasi di Google Maps, plus data Street View, untuk mencari bangunan dan tempat yang mudah dikenali. Jadi instruksi navigasi jadi jauh lebih manusiawi. Namun itu baru permukaan. Google menjelaskan bahwa integrasi Gemini ke Maps akan membuat interaksi semakin percakapan. Pengguna bisa ngomong ke Google seperti ngobrol biasa. Pertanyaannya bisa macam-macam, bukan hanya soal belok kiri atau kanan. Misalnya, “ada restoran murah tapi ada pilihan vegan di dekat rute aku?” Atau, “parkir di tujuan aku gimana, ada yang kosong?” Gemini bisa mencari informasi itu langsung, lengkap dengan rekomendasi tempat parkir terdekat, sekaligus mengatur rute baru ke bangunan parkir tersebut. Bahkan bisa membantu hal lain seperti update skor pertandingan tim favorit atau menambahkan jadwal ke kalender.Google menyebut model ini seperti punya “ahli lokal” di kursi sebelah. Karena data Maps, data Street View, dan data web yang dinilai kredibel diolah bersama. Mereka juga mengklaim sistem sudah dirancang untuk mengurangi risiko halusinasi AI.Selain itu, AI ini juga bisa membantu laporan kondisi jalan. Misalnya cukup ucap “ada kecelakaan” atau “macet total”.